Siswa Kelas 7 BINUS SCHOOL Surabaya Raih Silver Medal di NASPO Lewat Inovasi Pangan Darurat dan AI Pemilah Sampah

Pendidikan13 Dilihat

Surabaya – Siswa kelas 7 BINUS SCHOOL Surabaya kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Silver Medal dalam ajang National Applied Science Project Olympiad (NASPO) 2025.

Kompetisi sains terapan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan solusi berbasis riset terhadap berbagai tantangan nyata di masyarakat.

Dalam kompetisi tersebut, dua tim yang beranggotakan Caylee, Haven, Clarissa, Sophia, Keenan, Eldric, Wang, dan Kevin berhasil menghadirkan dua inovasi, yaitu “Makanan Pengganti Saat Bencana” serta alat “Pemilahan Sampah Berbasis AI”.

Tunjukkan Kepedulian Sosial dan Lingkungan

Terinspirasi dari isu banjir akibat deforestasi di Sumatra, para siswa mengembangkan solusi yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan. Proyek “Makanan Pengganti Saat Bencana” lahir dari ide untuk menciptakan sumber nutrisi yang praktis, tahan lama, dan mudah dikonsumsi tanpa memerlukan proses pengolahan yang rumit di tengah keterbatasan fasilitas.

Sementara itu, proyek “Pemilahan Sampah Berbasis AI” berfokus pada penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam membantu proses pemilahan sampah secara otomatis di lingkungan masyarakat, sehingga dapat menjadi solusi masa depan untuk mempermudah pengelolaan limbah serta mendorong gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Hadapi Tantangan dalam Proses Riset
Mengikuti ajang NASPO menjadi tantangan baru bagi para siswa untuk mengubah isu di sekitar mereka menjadi karya ilmiah. Guru pendamping mereka, Denok Wulandari, menceritakan bahwa ide ini lahir dari serangkaian diskusi panjang sampai para siswa dapat menemukan fokus penelitian yang tepat.

“Selain tantangan teknis, menjaga konsistensi para siswa juga adalah hal yang sangat penting karena mereka tidak hanya membuat produk, tetapi juga harus menyusun laporan ilmiah mendalam,” tambah Denok.

Semangat para peneliti muda ini terlihat dari ketekunan mereka menyelesaikan setiap tahapan riset.

Meski banyak siswa yang belum terbiasa melakukan kegiatan teknis seperti menyiapkan sampel menggunakan pisau, mereka tetap berupaya menyelesaikannya dengan baik. Salah satu perwakilan siswa, Eldric, menambahkan,

“Kami bangga bisa mengeksplorasi dan menyelesaikan gagasan inovatif ini. Semoga solusi kami dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membantu kehidupan banyak orang.”

Maknai Pembelajaran Melalui Inovasi Nyata

Bagi para siswa, pengalaman ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Salah satu perwakilan siswa, Caylee, merasa bahwa proyek ini menyadarkan bahwa pelajaran di sekolah benar benar dapat membantu banyak orang.

“Bagi kami, proses penelitian ini memberikan perspektif baru bahwa inovasi yang dibuat harus memiliki manfaat nyata bagi orang lain. Dengan dasar dan metode yang tepat, sebuah langkah sederhana dapat berdampak besar bagi sekitar,” ujar Caylee.

Kepala Sekolah BINUS SCHOOL Surabaya, Alexandre Trespach Nenes, turut mengapresiasi pencapaian ini.

“Keberhasilan ini merupakan perwujudan visi sekolah dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi ide kreatif mereka. Kami sangat mengapresiasi semangat murid untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus bereksplorasi dan berinovasi demi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia. Tio

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *