Bukan Sekadar Pengabdian, Penutupan KKN UMSURA di Desa Dungus Jadi Momen Penuh Haru

Pendidikan27 Dilihat

 

Kediri — Penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) Kelompok 18 di Desa Dungus, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Senin (3/8/2026) malam, berlangsung penuh haru.

Kegiatan yang dihadiri mahasiswa, masyarakat, perangkat desa, dan anak-anak tersebut diisi berbagai penampilan, penyerahan cendera mata serta Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada Pemerintah Desa Dungus.

Suasana berubah emosional saat pemutaran After Movie KKN yang menampilkan berbagai kegiatan dan kebersamaan mahasiswa bersama masyarakat selama menjalankan pengabdian. Sejumlah warga dan mahasiswa terlihat meneteskan air mata saat kembali menyaksikan momen-momen kebersamaan tersebut.

Ketua Kelompok 18 KKN UMSURA, Ilham Fajri, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Dungus yang telah menerima dan mendukung mahasiswa selama pelaksanaan KKN.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Dungus yang sudah menerima, mendukung, dan membersamai kami selama menjalankan KKN,” ujar Ilham.

Menurut Ilham, kebersamaan selama pelaksanaan KKN memberikan pengalaman dan kesan mendalam bagi mahasiswa.

“Bagi kami, Desa Dungus bukan hanya tempat untuk melaksanakan KKN, tetapi juga tempat untuk belajar, tumbuh, dan membangun kebersamaan dengan masyarakat,” katanya.

Ia berharap berakhirnya masa pengabdian tidak menjadi akhir hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat Desa Dungus.

“Kami berharap silaturahmi dan kebersamaan yang sudah terbangun selama KKN ini tetap terjaga meskipun masa pengabdian kami sudah selesai,” tutur Ilham.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan bersama mahasiswa dan penyerahan hadiah lomba kepada masyarakat serta anak-anak yang aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.

Malam penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN UMSURA Kelompok 18. Namun, bagi mahasiswa dan masyarakat Desa Dungus, kebersamaan serta kenangan yang telah terbangun diharapkan tetap menjadi bagian dari hubungan yang berkelanjutan. (Kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *