Pasca Bentrok Bonek vs Aremania di Pasuruan, Polda Jatim Turun Tangan!

Olahraga102 Dilihat

PASURUAN: Polda Jawa Timur mempertemukan kedua kelompok suporter Bonek dan Aremania  dalam forum silaturahmi dan dialog setelah kericuhan yang terjadi di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Pertemuan digelar di RM Sri Istana Ayam Goreng Pandaan, Pasuruan, Rabu (12/8) malam. Sebanyak 25 perwakilan Bonek dan 30 perwakilan Aremania hadir dalam forum tersebut.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk mendorong kedua kelompok mengakhiri permusuhan yang selama ini terjadi. Rivalitas suporter ditegaskan cukup berlangsung di dalam stadion dan tidak boleh merembet menjadi konflik di tengah masyarakat.

Polda Jatim juga mengingatkan kedua kelompok agar tidak mudah terprovokasi, terutama melalui media sosial. “Kami mengingatkan besarnya pengaruh media sosial terhadap dinamika suporter saat ini. Informasi maupun provokasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, tokoh dan komunitas suporter harus aktif mengingatkan anggotanya agar tidak mudah terpancing,” ujar Kombes Pol Bondan.

Kapolresta Malang Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno menegaskan Bonek dan Aremania sejatinya merupakan saudara sesama warga Jawa Timur.

Menurutnya, pertemuan tersebut harus menjadi awal untuk memutus mata rantai permusuhan sehingga konflik tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono memberikan penjelasan terkait kericuhan yang terjadi sebelumnya. Ia menyebut polisi telah melakukan pengawalan terhadap pergerakan rombongan suporter. Namun, gesekan di lapangan tetap terjadi hingga berujung pada pembakaran kendaraan dinas kepolisian.

Dua kendaraan milik Polsek Sukorejo, Polres Pasuruan, yakni Mitsubishi Strada dan Isuzu Panther, menjadi sasaran amuk massa hingga mengalami kerusakan dan terbakar.

Kendaraan tersebut sebelumnya digunakan untuk membantu pengamanan massa dari dua kelompok yang terlibat pertikaian.

Terkait tindakan pidana yang terjadi, AKBP Harto memastikan proses hukum tetap berjalan. Penegakan hukum akan diarahkan kepada individu yang terbukti melakukan tindak kriminal, bukan kepada kelompok suporter secara keseluruhan.

Sikap tersebut mendapat dukungan dari perwakilan Aremania, Dedi Arisandi. Ia mendorong proses hukum terhadap oknum yang terlibat agar memberikan efek jera sekaligus menjadi pembelajaran bagi suporter lainnya.

Komitmen perdamaian juga disampaikan Tokoh Aremania dari Presidium Arema Bidang SDM, Tedi Kresna. Ia menyatakan akan terus mendorong terciptanya hubungan yang lebih baik antara Bonek dan Aremania.

Tokoh Bonek Pandaan, Reza, juga menyatakan keprihatinannya atas kericuhan di Sukorejo. Ia berharap komunikasi di tingkat akar rumput diperkuat agar gesekan serupa tidak kembali terjadi.

Sebagai langkah antisipasi, Polda Jatim bersama jajaran Polres menyiapkan pola pengamanan lebih ketat untuk setiap kegiatan yang melibatkan massa suporter. Pengamanan antara lain dilakukan melalui pengetatan jalur pergeseran massa dan pengawalan melekat.

Sebelumnya, kericuhan antara dua kelompok ini  tersebut terjadi pada Senin hingga Selasa (10-11/8) malam. Situasi memuncak hingga kendaraan patroli Polsek Sukorejo dirusak dan dibakar.

Selain kerusakan kendaraan kepolisian, masyarakat juga disebut ikut terdampak. Sejumlah kendaraan bermotor dilaporkan menjadi sasaran perampasan, sementara aksi penganiayaan juga terjadi dalam rangkaian kericuhan tersebut.

Kabag Logistik Polres Pasuruan Kompol Tatuk Irianto mengatakan nilai kerugian akibat kerusuhan masih dalam proses penghitungan. Pihaknya masih menunggu hasil pendataan dan penghitungan dari tim ahli.

Kini, masyarakat berharap pertemuan Bonek dan Aremania tidak berhenti sebagai seremoni. Kedua kelompok diharapkan semakin dewasa dalam menyikapi rivalitas sehingga konflik antarsuporter tidak lagi merugikan masyarakat.

Pesan yang digaungkan dalam pertemuan tersebut pun jelas: rivalitas boleh panas di stadion, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga di luar lapangan (TOM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *