Persebaya Imbang Lawan Tim Juru Kunci Persijap di GBT, Bonek Luapkan Amarah: Hadang Bus Pemain!

Berita, Olahraga78 Dilihat

SURABAYA – Kesabaran Bonek tampaknya mulai menipis. Persebaya Surabaya gagal meraih kemenangan saat menjamu Persijap Jepara pada pekan kedelapan Super League 2026/2027. Hasil imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (30/10/2026) malam, memicu aksi protes suporter terhadap pelatih, pemain, hingga manajemen Bajul Ijo.

Bukan sekadar kehilangan dua poin di kandang sendiri, hasil tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi permainan Persebaya. Terlebih, Persijap datang ke Surabaya dengan posisi di papan bawah klasemen.

Kekecewaan Bonek dan Bonita langsung terasa begitu pertandingan berakhir. Suasana tribun yang biasanya dipenuhi nyanyian dukungan berubah menjadi bentuk protes. Sejumlah suporter kemudian menunggu skuad Persebaya di area luar stadion untuk meminta penjelasan atas performa tim.

Mereka menuntut evaluasi menyeluruh dan meminta jajaran pelatih serta manajemen bertanggung jawab terhadap hasil yang dinilai belum sesuai dengan ekspektasi.

Gol Menit Akhir Belum Redam Kekecewaan Bonek

Persebaya sebenarnya berusaha mendominasi permainan. Namun, penguasaan bola dan sejumlah peluang yang tercipta tak cukup untuk memastikan kemenangan.

Persijap justru membuka keunggulan melalui Vasko Kalezic pada menit ke-55. Gol tersebut membuat tekanan terhadap tuan rumah semakin besar.

Persebaya baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-90+1 melalui Risto Mitrevski yang memanfaatkan sepak pojok Francisco Rivera.

Drama belum berakhir. Persebaya sempat mencetak gol lagi pada masa tambahan waktu, tetapi gol tersebut dianulir setelah wasit meninjau VAR.

Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan selesai. Hasil itu membuat Persebaya harus puas mengantongi satu poin di hadapan pendukung sendiri.

Berdasarkan catatan klasemen setelah pertandingan, Persebaya menempati posisi kelima dengan 13 poin dari delapan pertandingan. Bajul Ijo mencatat tiga kemenangan, empat hasil imbang, dan satu kekalahan.

Bernardo Tavares Dihadapkan pada Tuntutan Evaluasi

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, akhirnya menemui Bonek dan Bonita yang menyampaikan kekecewaan mereka. Pelatih asal Portugal tersebut memahami bahwa suporter berhak mempertanyakan hasil yang diperoleh tim.

Tavares mengakui seluruh elemen Persebaya juga merasakan frustrasi karena gagal meraih kemenangan. Ia menegaskan para pemain tidak menginginkan hasil tersebut dan telah berusaha untuk memenangkan pertandingan.

Meski demikian, Tavares meminta agar hubungan antara tim dan suporter tetap dilandasi rasa saling menghormati.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras demi membawa Persebaya mendapatkan hasil yang lebih baik pada pertandingan berikutnya.

Kapten Persebaya, Francisco Rivera, turut mengakui kekecewaan para pemain. Menurutnya, kehilangan dua poin di kandang merupakan hasil yang sulit diterima.

Rivera menyatakan tim akan melakukan evaluasi setelah pertandingan dan berusaha tampil lebih baik pada laga selanjutnya.

Tantangan Berat Menanti Bajul Ijo

Protes Bonek menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Persebaya. Dukungan besar suporter membawa harapan tinggi agar tim mampu bersaing di papan atas dan memperjuangkan target juara.

Karena itu, janji evaluasi saja belum tentu cukup untuk meredakan kekecewaan. Performa di lapangan dan hasil pertandingan berikutnya akan menjadi tolok ukur bagi tim pelatih serta para pemain.

Ujian berikutnya sudah menanti. Persebaya dijadwalkan bertandang ke markas Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu (7/11/2026).

Laga tersebut berpotensi menjadi momentum bagi Bajul Ijo untuk membuktikan bahwa kritik suporter dapat dijawab melalui peningkatan performa dan hasil positif.

Bagi Bonek, tuntutannya jelas: Persebaya bukan hanya dituntut bekerja keras, tetapi juga menunjukkan permainan yang sepadan dengan ambisi klub dan harapan pendukungnya. @

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *