Memalukan! Dua Kali Gagal Penalti, Persebaya Digebuk PSM Lewat Gol Bunuh Diri

Berita, Olahraga59 Dilihat

PAREPARE – Persebaya Surabaya menelan kekalahan perdana di Super League 2026/2027 setelah takluk 0-1 dari PSM Makassar pada pekan keenam di Stadion B.J. Habibie, Kamis (22/10/2026). Gol bunuh diri Yuran Fernandes dan dua kegagalan eksekusi penalti Alex Martins membuat Green Force pulang tanpa membawa poin.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil tersebut. Padahal, tim berjuluk Green Force itu memiliki kesempatan menyelamatkan satu poin pada masa injury time melalui tendangan penalti.

Namun, peluang emas tersebut gagal dimanfaatkan Alex Martins. Setelah eksekusi pertamanya ditepis kiper PSM, wasit memerintahkan penalti diulang karena penjaga gawang tuan rumah dinilai bergerak lebih dahulu. Sayangnya, eksekusi kedua Alex kembali gagal menghasilkan gol.

“Terkadang, ada pertandingan ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan. Hari ini, kami kurang beruntung. Kami kehilangan tiga poin dan tentu sangat kecewa dengan hasil ini,” ujar Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Gol Bunuh Diri Yuran Fernandes Jadi Penentu

Pertandingan PSM Makassar melawan Persebaya berlangsung ketat. Pada babak pertama, Green Force kesulitan mengembangkan permainan dan lebih banyak menghadapi tekanan dari tuan rumah.

Situasi tersebut membuat Persebaya belum mampu memaksimalkan peluang untuk membongkar pertahanan Juku Eja. Permainan mulai berubah pada babak kedua ketika tim asuhan Tavares berusaha meningkatkan intensitas serangan.

Namun, upaya Persebaya untuk mencetak gol justru berujung petaka pada menit ke-74. Yuran Fernandes melakukan kesalahan saat mengantisipasi umpan pemain PSM. Bola yang seharusnya bisa diamankan justru masuk ke gawang sendiri.

Gol bunuh diri tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan sekaligus memastikan kemenangan PSM Makassar dengan skor 1-0.

Tavares menilai timnya sebenarnya tidak kebobolan melalui penyelesaian peluang langsung pemain lawan. Kesalahan di lini pertahanan sendiri menjadi faktor yang menentukan hasil akhir.

“Lawan tidak berhasil mencetak gol melalui peluang mereka sendiri. Namun, gol yang tercipta justru berasal dari pemain kami sendiri,” jelas pelatih asal Portugal tersebut.

Dua Penalti Alex Martins Gagal

Harapan Persebaya untuk menghindari kekalahan terbuka pada penghujung pertandingan. Setelah Risto Mitrevski dilanggar di kotak penalti, wasit meninjau insiden tersebut melalui video assistant referee (VAR) sebelum memberikan hadiah tendangan penalti kepada Green Force.

Alex Martins dipercaya sebagai eksekutor. Sayangnya, tendangan pertama penyerang Persebaya itu berhasil dibaca dan digagalkan kiper PSM.

Wasit kemudian memutuskan tendangan penalti harus diulang karena kiper tuan rumah dinilai bergerak lebih dahulu sebelum eksekusi dilakukan.

Kesempatan kedua seharusnya menjadi peluang bagi Persebaya untuk menyamakan kedudukan. Namun, Alex kembali gagal menaklukkan penjaga gawang PSM. Skor 1-0 pun tetap bertahan hingga pertandingan berakhir.

“Kami juga mendapatkan kesempatan melalui tendangan penalti, tetapi sayangnya gagal mencetak gol,” ungkap Tavares.

Dua kegagalan tersebut menjadi pukulan telak bagi Persebaya. Peluang yang berpotensi menyelamatkan satu poin akhirnya terbuang, sementara PSM berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.

Bernardo Tavares Minta Persebaya Segera Bangkit

Kekalahan dari PSM menjadi bahan evaluasi penting bagi Persebaya Surabaya. Selain meningkatkan efektivitas serangan, Green Force perlu memperbaiki konsentrasi pertahanan agar kesalahan individual tidak kembali berujung fatal.

Penyelesaian akhir juga menjadi pekerjaan rumah, terutama ketika tim memperoleh peluang emas dalam situasi krusial. Kegagalan dua penalti menunjukkan bahwa peluang di depan gawang harus dimaksimalkan dengan ketenangan dan konsentrasi.

Meski kecewa, Tavares menegaskan bahwa hasil pertandingan yang telah berlalu tidak bisa diubah. Persebaya harus segera melakukan evaluasi dan mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya.

“Kami tidak bisa lagi mengubah apa yang sudah terjadi dalam pertandingan ini. Yang bisa kami lakukan adalah mengevaluasi kekurangan dan berusaha tampil lebih baik pada laga selanjutnya,” tutup Tavares.

Kekalahan 0-1 dari PSM Makassar menjadi pengingat bagi Persebaya bahwa kesalahan kecil dan kegagalan memaksimalkan peluang bisa menentukan hasil pertandingan. Green Force kini dituntut segera bangkit agar kehilangan poin di Parepare tidak memengaruhi performa pada pertandingan selanjutnya. (TOM)

 

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *