LONDON – Timnas Spanyol memulai kiprahnya di Grup 3 Liga A UEFA Nation dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Inggris di Stadion Wembley, London, Sabtu waktu setempat. Laga sarat gengsi itu diwarnai lima gol serta kegagalan penalti kapten Inggris, Harry Kane, yang menjadi momentum kebangkitan La Roja.
Spanyol langsung mengejutkan publik tuan rumah ketika Lamine Yamal mencetak gol cepat pada menit kedua. Berawal dari kesalahan lini belakang Inggris, Yamal dengan tenang menaklukkan kiper James Trafford untuk membawa tim tamu unggul 1-0.
La Roja nyaris menggandakan keunggulan melalui Ferran Torres, namun gol tersebut dianulir wasit karena offside. Peluang lain juga lahir lewat kombinasi apik Yamal dan Dani Olmo, tetapi penyelesaian akhir Olmo masih melebar.
Inggris perlahan menemukan ritme permainan dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-36. Jude Bellingham mengirim umpan matang yang diselesaikan Anthony Gordon menjadi gol penyeimbang.
Empat menit berselang, tuan rumah berbalik memimpin. Nico O’Reilly memberikan umpan kepada Harry Kane yang sukses menuntaskannya menjadi gol. Skor 2-1 untuk keunggulan Inggris bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Inggris berpeluang memperbesar keunggulan setelah memperoleh hadiah penalti. Namun, eksekusi Harry Kane hanya membentur mistar gawang sehingga peluang emas itu terbuang sia-sia.
Kegagalan penalti tersebut menjadi titik balik pertandingan. Pada menit ke-60, Dani Olmo mengirim umpan terukur yang diselesaikan Alex Baena untuk menyamakan skor menjadi 2-2.
Spanyol akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-74. Mikel Oyarzabal mencetak gol penentu kemenangan setelah memanfaatkan peluang di depan gawang Trafford, membawa La Roja berbalik unggul 3-2.
Di sisa pertandingan, Inggris terus menekan demi mengejar gol penyama kedudukan. Namun, pertahanan disiplin Spanyol mampu meredam seluruh upaya tuan rumah hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini mengantarkan Spanyol ke puncak klasemen sementara Grup 3 Liga A dengan raihan tiga poin dari satu pertandingan. Sementara Inggris harus mengawali kompetisi dengan kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri. TOM









