Liga Sepak Takraw Indonesia Resmi Bergulir, Ketua PSTI Jatim Optimis Juara

Berita, Olahraga264 Dilihat

Surabaya – Sekretaris Jenderal PB Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI), Prof. Dr. H. Nukhrawi Nawir, secara resmi membuka Liga Sepak Takraw Indonesia (LSI) 2026 Wilayah II di GOR Pancasila Surabaya, Kamis (2/7). Kompetisi yang berlangsung hingga 4 Juli itu diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet terbaik untuk memperkuat Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

Nukhrawi mengatakan, LSI 2026 digelar pada 2–27 Juli di lima wilayah. Bandar Lampung menjadi tuan rumah Wilayah I, Surabaya Wilayah II, Mamuju Wilayah III, Jayapura Wilayah IV, dan Tarakan Wilayah V.

Sebanyak 39 tim dari berbagai provinsi mengikuti kompetisi berdasarkan rekomendasi Pengurus Provinsi PSTI. Khusus Wilayah II, peserta berasal dari sembilan provinsi di Pulau Jawa serta Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Seluruh pertandingan dipimpin 25 wasit nasional berlisensi dan seluruh atlet mendapatkan perlindungan BPJS Kesehatan selama mengikuti kompetisi,” ujar Nukhrawi.

Menurutnya, penyelenggaraan liga merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Nasional Badan Liga Nasional bersama Pengurus Provinsi PSTI se-Indonesia. Kompetisi ini dirancang sebagai sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan sekaligus menjadi ajang menjaring talenta terbaik menuju level internasional.

Nukhrawi menilai Jawa Timur layak dipercaya menjadi tuan rumah karena memiliki tradisi pembinaan atlet yang konsisten dan mampu melahirkan banyak pemain nasional.

“Potensi Jawa Timur luar biasa dan selalu mencetak atlet nasional. Selain itu, pengurusnya sangat aktif sehingga kami mempercayakan penyelenggaraan Wilayah II di Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Ketua PSTI Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., optimistis tim tuan rumah mampu meraih hasil terbaik. Menurutnya, para atlet telah menjalani persiapan matang, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental.

“Kami tetap optimistis karena atlet-atlet sudah dipersiapkan sejak jauh hari. Sebagai tuan rumah, kami ingin memberikan hasil terbaik. Mental, fisik, dan kemampuan teknik mereka sudah kami benahi,” ujar Aries yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Aries berharap melalui LSI 2026 akan lahir atlet-atlet Jawa Timur yang mampu menembus tim nasional untuk tampil pada berbagai ajang internasional, seperti King’s Cup Sepaktakraw World Championship, SEA Games, hingga Asian Games.

“Jawa Timur harus terus menghasilkan bibit-bibit atlet nasional yang mampu bersaing di SEA Games, Asian Games, maupun kejuaraan dunia,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan PB PSTI yang menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah Wilayah II. Menurutnya, liga nasional tidak hanya menjadi ajang mengejar prestasi, tetapi juga mempererat persaudaraan antardaerah serta memperkuat sistem pembinaan olahraga sepak takraw di Indonesia.

“Kompetisi ini harus menjadi sarana membangun sportivitas dan meningkatkan prestasi sepak takraw Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional,” katanya.

Aries mengajak seluruh atlet, pelatih, dan ofisial menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan sebagai bagian dari proses pembentukan atlet nasional yang berkualitas.

Saat ini, Jawa Timur juga telah menyumbangkan dua atlet putri ke pemusatan latihan nasional (Pelatnas), yakni Salsa Sabilillah dan Ayu Fitri. Keduanya turut memperkuat kontingen Jawa Timur pada LSI 2026 Wilayah II.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *