Kasal Resmikan Pembangunan Kapal Selam Scorpene di PT PAL, Target Rampung dalam 8 Tahun

Berita, Nasional289 Dilihat

 

Surabaya – Indonesia memasuki babak baru dalam penguatan industri pertahanan nasional. PT PAL Indonesia resmi memulai pembangunan fisik kapal selam kelas Scorpene melalui prosesi first steel cutting di Surabaya, Jumat (7/8/2026).

Pembangunan kapal selam ini dilakukan dengan dukungan alih teknologi (transfer of technology) dari Naval Group Prancis.

Prosesi tersebut dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, serta CEO Naval Group Prancis Pierre Eric Pommellet.

Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan dimulainya proses pemotongan baja pertama menandai pembangunan fisik kapal selam yang telah dipersiapkan sejak kontrak efektif berjalan selama satu tahun.

“Hari ini kita melaksanakan first steel cutting setelah kontrak efektif berjalan selama 12 bulan. Ini menjadi awal dimulainya pembangunan fisik kapal selam Scorpene di Indonesia,” ujar Muhammad Ali.

Ia menyebut proyek strategis tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 96 bulan atau sekitar delapan tahun.

“Target penyelesaian pembangunan sekitar 96 bulan atau delapan tahun, sehingga seluruh tahapan harus berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan,” katanya.

Muhammad Ali mengungkapkan hingga saat ini progres keseluruhan program telah mencapai sekitar 20,5 persen. Menurutnya, pembangunan kapal selam akan melibatkan tenaga-tenaga terbaik Indonesia yang memperoleh dukungan transfer teknologi dari Naval Group.

“Saat ini progres program sudah mencapai sekitar 20,5 persen. Pembangunan kapal selam ini akan dikerjakan oleh putra-putri terbaik Indonesia dengan pendampingan dan transfer teknologi dari Naval Group,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan kapal selam Scorpene yang dibangun di Indonesia merupakan varian terbaru dengan teknologi yang lebih modern dibandingkan versi yang telah dioperasikan sejumlah negara.

“Scorpene yang kita bangun merupakan varian terbaru dengan teknologi yang lebih modern dibandingkan versi sebelumnya yang telah digunakan beberapa negara,” tegas Kasal.

Sementara itu, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan first steel cutting menjadi bukti nyata semakin eratnya kerja sama strategis Indonesia dan Prancis dalam membangun industri pertahanan.

“Hari ini bukan sekadar memulai pembangunan kapal selam, tetapi juga menandai semakin kuatnya kolaborasi Indonesia dan Prancis dalam pengembangan industri pertahanan nasional,” ujar Kaharuddin.

Menurutnya, kerja sama tersebut akan memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia karena tidak hanya menghasilkan alutsista, tetapi juga meningkatkan kemampuan industri nasional.

“Yang terpenting dari kerja sama ini adalah transfer teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia sehingga kemampuan industri pertahanan nasional terus berkembang,” jelasnya.

Ia optimistis proyek pembangunan kapal selam Scorpene akan menjadi tonggak penting menuju kemandirian industri pertahanan nasional.

“Kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya mampu mengoperasikan kapal selam modern, tetapi juga memiliki kemampuan membangun dan mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri di masa depan,” pungkas Kaharuddin.

Pembangunan kapal selam Scorpene di PT PAL diharapkan mampu memperkuat kemampuan TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan wilayah maritim Indonesia sekaligus menjadi simbol meningkatnya kapasitas industri pertahanan dalam negeri melalui penguasaan teknologi modern. (Kriz/tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *