Gubernur Khofifah Dorong KONI Jatim Cetak Atlet Muda, Target Besar PON 2028 Mulai Dipanaskan

Berita, Olahraga184 Dilihat

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim memperkuat pembinaan atlet usia dini sebagai fondasi menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jatim di Surabaya, Rabu (24/6/2026). Forum tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penyusunan strategi pembinaan olahraga prestasi Jawa Timur menuju berbagai agenda besar nasional dan internasional.

Rakerprov KONI Jatim diikuti 77 pengurus cabang olahraga (cabor) serta 38 KONI kabupaten/kota. Dalam agenda itu, dibahas evaluasi program 2025 dan rencana pembinaan olahraga prestasi tahun 2026.

Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil menegaskan persiapan menuju PON 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) harus dilakukan sejak sekarang.

“Pembinaan atlet berprestasi membutuhkan proses panjang. Karena itu seluruh cabang olahraga harus mulai menyiapkan atlet terbaiknya melalui program pembinaan berkelanjutan,” ujar Nabil.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki modal kuat setelah mencatat berbagai prestasi sepanjang 2025. Atlet-atlet Jatim menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia pada sejumlah kejuaraan internasional, bahkan beberapa di antaranya berhasil meraih gelar juara dunia.

Di tingkat nasional, Jatim juga mampu menempati posisi ketiga pada PON Beladiri, meski hanya mengirim 79 atlet.

“Secara efektivitas, tingkat kemenangan kami mencapai lebih dari 78 persen. Ini menunjukkan pembinaan yang berjalan cukup baik,” jelas Nabil.

Namun, KONI Jatim tidak ingin terlena. Sejumlah agenda penting telah menanti, mulai PON Beladiri 2026, PON Pantai 2026, hingga Babak Kualifikasi PON 2027 sebagai jalan menuju PON 2028.

Ssmentara Gubernur Khofifah menilai regenerasi atlet menjadi kunci mempertahankan kejayaan olahraga Jawa Timur. Apalagi, sejumlah cabang olahraga mulai menerapkan batasan usia dalam kompetisi nasional.

“Pencarian bakat sejak usia dini menjadi catatan penting. Pendampingan atlet muda harus dilakukan lebih masif agar prestasi olahraga Jawa Timur tetap terjaga,” kata Khofifah.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang digelar dua tahun sekali sebagai wadah pencarian bibit atlet potensial dari berbagai daerah (Tom)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *