Aksi Nyata Hari Bumi, Yayasan WINGS Peduli Bersama Pemkot Surabaya Hijaukan Pesisir Romokalisari dengan 1.000 Pohon

Berita265 Dilihat

SURABAYA – Peringatan Hari Bumi tak sekadar seremonial. Yayasan WINGS Peduli bersama Pemerintah Kota Surabaya turun langsung menghijaukan pesisir Teluk Lamong melalui penanaman 1.000 pohon di kawasan Ekowisata Adventureland Romokalisari, Jumat (24/4/2026).

Sekitar 300 relawan diterjunkan dalam aksi bersih lingkungan dan penanaman cemara udang serta mangrove—dua jenis tanaman yang terbukti efektif menahan abrasi, meredam gelombang, dan melindungi kawasan pesisir dari terpaan angin kencang.

Aksi ini menyasar kawasan muara strategis yang menjadi titik temu aliran sungai besar di Surabaya, yang selama ini rawan menjadi “muara” sampah kiriman dari wilayah hulu. Kolaborasi ini dijalankan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya sebagai bagian dari upaya konkret penanganan lingkungan berbasis kolaborasi.

Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolis, tetapi langkah nyata membangun kesadaran publik.

“Ini adalah ajakan terbuka kepada masyarakat untuk ikut terlibat langsung. Lingkungan yang bersih dan sehat hanya bisa terwujud jika semua pihak bergerak bersama,” ujarnya.

Tak hanya menanam pohon, para relawan—mulai dari pelajar SMPN 63 Surabaya, warga, hingga komunitas Tunas Hijau—juga dibekali edukasi pemilahan sampah melalui kampanye #PilahDariSekarang, penerapan PHBS, hingga layanan pemeriksaan gigi gratis.

Perwakilan Yayasan WINGS Peduli, Oucky Hertanto, menyebut aksi ini sebagai bagian dari gerakan berkelanjutan yang menekankan dampak jangka panjang.

“Kami ingin aksi ini tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari. Harus ada perubahan perilaku yang terus tumbuh di masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan,” tegasnya.

Program Aksi Hijau sendiri telah dijalankan secara konsisten di berbagai wilayah, mulai dari penanaman mangrove di Jakarta (2023–2025), kawasan ekowisata Jawa Timur (2024), pesisir Jakarta Utara (2024), hingga penghijauan Jalan Diponegoro pada 2025.

Langkah ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi persoalan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir yang semakin rentan terhadap abrasi dan pencemaran. (kris/tom)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *