Surabaya – Kondisi kesehatan jamaah haji Embarkasi Surabaya hingga keberangkatan kloter-kloter awal terpantau dalam keadaan baik. Namun, petugas kesehatan mencatat puluhan jamaah sempat mendapatkan perawatan di klinik akibat kelelahan dan hipertensi sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya terus melakukan pemantauan kesehatan terhadap jamaah haji sejak tiba di Asrama Haji hingga menjelang keberangkatan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan seluruh jamaah memenuhi syarat kesehatan untuk melakukan perjalanan panjang menuju Arab Saudi.
Hingga saat ini, seluruh jamaah yang telah diberangkatkan dinyatakan dalam kondisi sehat dan layak terbang. Petugas juga memastikan tidak ada jamaah yang memerlukan rujukan lanjutan ke rumah sakit.
Namun demikian, tercatat sebanyak 33 jamaah sempat dirujuk ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis ringan. Keluhan yang paling banyak dialami jamaah antara lain kelelahan, hipertensi, serta gangguan metabolik.
Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh padatnya aktivitas jamaah sebelum keberangkatan, termasuk kegiatan persiapan di daerah asal serta perjalanan menuju embarkasi.
Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan jamaah secara umum masih terkendali dan tidak mengganggu proses keberangkatan.
Ia menegaskan, keluhan yang muncul tergolong ringan dan dapat ditangani di fasilitas kesehatan asrama.
“Sebagian besar keluhan jamaah adalah kelelahan dan hipertensi akibat aktivitas yang padat sebelum keberangkatan. Namun seluruh jamaah tetap dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat untuk diberangkatkan,” ujar Rosidi, Rabu, (22/04).
Petugas kesehatan juga mengingatkan jamaah untuk memanfaatkan waktu di asrama haji dengan beristirahat cukup agar kondisi fisik tetap terjaga. Imbauan khusus diberikan kepada jamaah yang memiliki penyakit kronis atau ketergantungan obat agar selalu membawa dan mengonsumsi obat secara teratur selama menjalani rangkaian ibadah haji.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara khusus bagi wanita usia subur untuk memastikan keamanan selama perjalanan. Hingga saat ini, petugas memastikan tidak ditemukan jamaah dalam kondisi hamil saat tiba di embarkasi.
“Kami mengimbau jamaah menjaga kondisi kesehatan sejak sebelum keberangkatan, sehingga seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan aman, sehat, dan lancar hingga kembali ke tanah air,” tambahnya.
Dengan pengawasan kesehatan yang ketat sejak di embarkasi, diharapkan seluruh jamaah haji dapat menjalankan ibadah dengan optimal tanpa kendala kesehatan yang berarti. (kris/tom)











