Wasit Argentina Vs Mesir Dikecam Tokoh Dunia, Meme Kocak Bermunculan!

Berita, Olahraga424 Dilihat

INFOGARUDA.COM: Kemenangan dramatis Argentina 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 berubah menjadi salah satu laga paling kontroversial sepanjang turnamen. Keputusan-keputusan wasit yang dianggap merugikan Mesir memicu gelombang protes dari pemain, pelatih, pengamat sepak bola, hingga tokoh dunia.

Mesir sempat tampil luar biasa dengan unggul 2-0 dan berada di ambang tiket perempat final. Namun, Albiceleste bangkit mencetak tiga gol di penghujung pertandingan untuk membalikkan keadaan menjadi 3-2.

Alih-alih hanya dikenang sebagai comeback spektakuler Argentina, pertandingan justru dibayangi polemik kepemimpinan wasit. Kubu Mesir mempertanyakan sejumlah keputusan krusial, mulai dari dianulirnya gol yang berpotensi mengubah skor menjadi 3-1, penolakan klaim penalti di menit-menit akhir, hingga tidak dihentikannya permainan saat pemain Mesir memprotes sebelum Argentina mencetak gol kemenangan di masa tambahan waktu.

Suasana memanas di pinggir lapangan. Staf pelatih Mesir melancarkan protes keras kepada perangkat pertandingan, sementara para pemain beberapa kali terlibat adu argumen dengan wasit usai peluit panjang dibunyikan.

Di media sosial, perdebatan langsung meledak. Banyak pengamat dan pendukung sepak bola menilai Mesir kehilangan kesempatan emas akibat keputusan-keputusan yang dianggap tidak konsisten.

Pelatih Mesir Hossam Hassan menjadi salah satu sosok yang paling vokal. Ia menilai timnya tampil lebih baik dan menyebut hasil pertandingan tersebut sebagai sesuatu yang “tidak adil”.

Menurut Hassan, gol Mesir yang dianulir seharusnya membuat timnya unggul 3-1 sebelum Argentina akhirnya menyamakan kedudukan. Ia bahkan mengisyaratkan adanya kepentingan tertentu agar salah satu negara raksasa sepak bola dunia tetap bertahan di turnamen demi nilai komersial.

Kritik juga datang dari mantan juara dunia catur Garry Kasparov melalui akun X.

“Gol luar biasa Mesir dianulir akibat pelanggaran yang terjadi jauh dari lokasi kejadian, lalu situasi serupa terjadi beberapa menit kemudian namun gol Argentina tidak dianulir! Tidak ada VAR, tidak ada tindakan apa pun?”

Kasparov bahkan menyebut FIFA kembali tampak seperti “lelucon yang korup” dan menuding organisasi tersebut lebih berpihak kepada tim-tim besar.

Mantan striker Inggris Alan Shearer juga mempertanyakan konsistensi penerapan aturan. Menurutnya, jika gol Mesir dibatalkan karena pelanggaran ringan, maka gol kemenangan Argentina juga semestinya mendapat perlakuan serupa.

“Entah keduanya merupakan pelanggaran atau sama sekali bukan pelanggaran. Padahal, mereka bilang tidak akan melakukan peninjauan ulang atas keputusan wasit.”

Kritik senada disampaikan koresponden BBC Sport, Dale Johnson. Ia menilai keputusan membatalkan gol Mesir bertentangan dengan standar kepemimpinan wasit yang selama ini diterapkan sepanjang Piala Dunia.

Menurut Johnson, perangkat pertandingan tidak bisa membiarkan kontak fisik ringan sepanjang turnamen, tetapi tiba-tiba menggunakan VAR untuk membatalkan gol hanya karena tarikan kaus yang sangat minim.

Analis sepak bola Geronimo Morgans juga mempertanyakan kinerja VAR. Ia menilai terdapat dua pelanggaran jelas terhadap pemain Mesir di kotak penalti Argentina yang sama sekali tidak ditinjau sebelum terciptanya gol Enzo Fernandez.

“Mengapa perlakuannya harus begitu berat sebelah? Mesir telah dicurangi.”

Gelombang kritik bahkan merambah ke luar dunia sepak bola. Peraih Nobel Perdamaian asal Mesir Mohamed El-Baradei menulis di X bahwa FIFA telah kehilangan banyak kredibilitas dan kepercayaan publik karena alasan yang menurutnya “sudah diketahui semua orang”.

Sementara itu, mantan Duta Besar Inggris Craig Murray ikut menyindir FIFA dengan permainan kata yang viral di media sosial.

“FIFA = Fixing It For Argentina (Mengatur Segalanya demi Argentina).”

Hingga kini, kontroversi tersebut terus menjadi bahan perdebatan di berbagai platform media sosial. Sejumlah meme kocak menghujat wasit dibuat para nitzen.  Salah satunya, wasit digambarkan menggunakan baju Timnas Argentina. Banyak pihak mendesak FIFA memberikan penjelasan terkait sejumlah keputusan penting yang dinilai menjadi penentu hasil pertandingan dan memicu keraguan terhadap konsistensi penggunaan VAR pada Piala Dunia 2026. TOM

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *