Tim Jatim Andalkan Amunisi SMANOR di Liga Sepak Takraw Indonesia 2026

Olahraga109 Dilihat

SURABAYA – Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR) Jawa Timur kembali membuktikan perannya sebagai pusat pembinaan atlet sepak takraw berkualitas. Mayoritas pemain yang akan memperkuat tim Jawa Timur pada Liga Sepak Takraw Indonesia (LSI) 2026 merupakan jebolan sekolah olahraga tersebut.

LSI Wilayah II yang digelar di GOR Pancasila Surabaya pada 1-4 Juli menjadi panggung bagi para atlet binaan SMANOR untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Bahkan, seluruh pemain tim sepak takraw putra Jawa Timur berasal dari SMANOR.

Mereka adalah M. Rafly Ferdiansya, Dwi Angga, Gusna Yusuf Hamdani, M. Abil Arshid, M. Ayyub, Ikhsan Nur Risky, dan Rasyid Trio.

Sementara itu, dari tujuh pemain tim putri Jawa Timur, enam di antaranya merupakan lulusan SMANOR, yakni Ayu Fitri, Salsa Sabilillah, Aulia Febriani, Rini Susanti, Siti Juariyah, dan Nurike Dias Amani. Satu pemain lainnya adalah Rizky Nikmaturohmah yang berasal dari luar SMANOR.

Pelatih sepak takraw SMANOR, M. Khabib, mengatakan kontribusi besar alumni SMANOR menunjukkan keberhasilan sistem pembinaan yang telah berjalan selama ini.

“Di tim putri kita juga diperkuat atlet Pelatnas yaitu Salsa Sabilillah dan Ayu Fitri. Keduanya juga lulusan SMANOR,” ujar Khabib, Senin (29/6).

Menurut Khabib, persiapan menghadapi LSI telah dilakukan secara matang. Para atlet menjalani program latihan intensif di SMANOR untuk menjaga performa sebelum tampil di kompetisi nasional tersebut.

“Selama ini tim sepak takraw Jatim yang akan berlaga di LSI menjalani latihan di SMANOR. Para atlet sudah menjalani program latihan untuk bertanding di LSI,” katanya.

SMANOR selama ini menjadi salah satu sumber utama lahirnya atlet sepak takraw unggulan Jawa Timur hingga tingkat nasional. Sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Jawa Timur itu bahkan melahirkan atlet berprestasi seperti Saiful Rijal yang berhasil meraih medali emas Asian Games 2023.

Di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), cabang olahraga sepak takraw juga menjadi salah satu lumbung medali bagi Jawa Timur. Prestasi terbaik Jatim tercatat dengan raihan lima medali emas, dua perak, dan satu perunggu.

Ketua Pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, menyebut penyelenggaraan LSI menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pembinaan atlet sekaligus meningkatkan kualitas sepak takraw Indonesia.

“Jawa Timur merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah seri pembuka Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah II. Ini bukan sekadar menjadi penyelenggara, tetapi juga bagian dari komitmen bersama untuk membangun ekosistem pembinaan atlet melalui kompetisi yang berkesinambungan,” ujar Aries.

Ia berharap kompetisi tersebut mampu menjadi wadah bagi atlet untuk menambah pengalaman bertanding dan melahirkan talenta-talenta baru yang mampu bersaing di level internasional.

“Selamat bertanding kepada seluruh atlet dari sembilan provinsi. Tampilkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan kompetisi ini sebagai sarana mempererat persaudaraan,” pungkasnya. TOM

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *