Renovasi Kolam Dispora Jatim Molor, Mahkota Juara Umum Selam PON 2028 Terancam Hancur 

Berita, Olahraga40 Dilihat

SURABAYA – Alarm bahaya berbunyi bagi olahraga prestasi Jawa Timur. Cabang olahraga selam yang selama ini menjadi mesin pendulang emas dan langganan juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) kini berada di ujung tanduk. Ambisi mempertahankan dominasi pada PON XXII NTT-NTB 2028 terancam buyar gara-gara molornya renovasi Kolam Renang Kertajaya Surabaya.

Selama beberapa edisi PON terakhir, Jawa Timur nyaris tak tersentuh di cabang selam. Pada PON Aceh-Sumut 2024, kontingen Jatim kembali membuktikan keperkasaannya dengan memborong tujuh medali emas. Namun kini, bayang-bayang kehilangan mahkota juara umum semakin nyata.

Penyebabnya adalah keterlambatan renovasi Kolam Renang Kertajaya yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur. Proyek yang molor lebih dari 1,5 tahun itu membuat atlet kehilangan pusat latihan utama. Ironisnya, meski renovasi dikabarkan hampir rampung, kolam tersebut hingga kini masih belum bisa digunakan karena masih menjalani masa perawatan.

Dampaknya sangat fatal. Sebanyak 24 atlet yang menjalani Puslatda mandiri terpaksa berpencar dan berlatih di berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, hingga daerah lainnya. Kondisi tersebut membuat program latihan berjalan tanpa kontrol maksimal dari pelatih.

Ketua Umum Pengprov POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, tak menampik bahwa situasi ini menjadi pukulan telak bagi persiapan timnya.

“Atlet kami sekarang berlatih sendiri-sendiri. Ada yang bersama klub, ada yang mandiri. Latihan seperti ini jelas tidak efektif karena pelatih tidak bisa melakukan kontrol dan monitoring secara langsung,” ujarnya.

Menurut Mirza, persoalan yang dihadapi bukan sekadar kehilangan tempat latihan. Efek domino dari keterlambatan renovasi telah menggerus kualitas fisik, mental, hingga performa atlet.

“Prinsipnya, sebesar apa pun potensi atlet, kalau latihan tidak rutin dan tidak terkontrol, hasilnya pasti tidak akan maksimal. Sangat sulit mencapai performa terbaik dalam kondisi seperti sekarang,” tegasnya.

Waktu yang tersisa menuju PON 2028 pun dinilai terlalu sempit untuk mengejar ketertinggalan. Meski Kolam Renang Kertajaya diperkirakan segera dapat digunakan, Mirza menilai proses pemulihan performa atlet membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Nada pesimistis pun tak bisa disembunyikan. Untuk pertama kalinya, target juara umum yang selama ini menjadi kebanggaan selam Jawa Timur berada dalam ancaman serius.

“Dengan kondisi seperti ini saya pasrah. Dengan persiapan yang ada sekarang, rasanya mustahil bisa menyamai prestasi di PON sebelumnya. Jangankan bicara target juara umum, memproyeksikan berapa medali emas yang bisa diraih saja sudah sangat sulit,” pungkas Mirza.

Jika persoalan fasilitas latihan ini tak segera benar-benar terselesaikan dan pembinaan kembali berjalan normal, bukan tidak mungkin Jawa Timur akan kehilangan salah satu lumbung emas terbesarnya di PON 2028. Dominasi yang dibangun bertahun-tahun kini berada di ambang runtuh. @

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *