Refleksi Akhir Tahun 2025, Kanwil Imigrasi Jatim Paparkan Capaian Kinerja dan Inovasi Layanan

Berita292 Dilihat

Surabaya  — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur memaparkan capaian kinerja Tahun Anggaran 2025 dalam kegiatan press conference yang digelar di Aula Raden Wijaya, pada Selasa (23/12/2025). Agenda ini menjadi sarana penyampaian kinerja sekaligus bentuk keterbukaan informasi publik kepada masyarakat melalui media massa.

Press conference dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, yang didampingi Kabag TUM, Darori dan serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi se-Jawa Timur.

Dalam paparannya, Kakanwil mengungkapkan pada Rakor Pengendalian Capaian Kinerja dan Refleksi Akhir Tahun 2025 di Jakarta lalu, Kanwil Ditjen Imigrasi Jatim meraih peringkat kedua dalam bidang teknis pelayanan dan penegakan hukum. “Kami meraih posisi kedua setelah DK Jakarta, dimana penilaiannya, diantaranya terkait Pelayanan Paspor, Perlintasan, Ijin Tinggal, Tindakan Administrasi Keimigrasian dan Projustitia,” urainya.

Terkait 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kakanwil menyampaikan implementasi yang telah dilakukan diantaranya penguatan layanan Keimigrasian berbasis digital yaitu inovasi DE IMEJ. “Inovasi ini merupakan sebuah ekosistem digital, hasil kolaborasi antara Imigrasi Jatim dengan Pemprov Jatim dalam mengintegrasikan informasi Keimigrasian dan pariwisata daerah,” jelasnya.

Sementara itu, pengembangan autogate diwujudkan dengan pengoperasian 28 autogate di Bandara Internasional Juanda untuk mempercepat proses pemeriksaan paspor penumpang. “18 gate di kedatangan dan 10 gate keberangkatan,” imbuhnya.

Dalam hal ketahanan pangan, Imigrasi Jatim melalui satker telah berkolaborasi dengan stakeholder terkait. Salah satunya di Sidoarjo, dimana Kanim Surabaya bersama Polresta Sidoarjo melakukan penanaman jagung dan telah dilakukan panen raya. “Luas lahannya mencapai 10 ha dengan hasil panen sebanya 45 ton jagung,” tandasnya.

Dalam upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), Imigrasi Jawa Timur telah membina 38 Desa Binaan Imigrasi sebagai langkah preventif berbasis masyarakat. “Serta 51 Petugas Imigrasi Pembina Desa atau PIMPASA,” katanya.

Selain itu, ke depan, Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur juga merencanakan pembukaan Kantor Imigrasi Pasuruan guna memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian. “Kantor baru ini dibuka untuk meningkatkan pelayanan Keimigrasian sehingga dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab bersama media yang membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pengawasan orang asing, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam layanan keimigrasian. Diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif sebagai bagian dari komitmen Imigrasi Jawa Timur dalam menjawab dinamika dan tantangan keimigrasian ke depan. Tio

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *