Raih 7 Emas di Piala Wali Kota , Pertina Surabaya Bidik Porprov 2027

Olahraga123 Dilihat

SURABAYA – Piala Wali Kota Surabaya 2026 bukan sekadar turnamen tinju antar-sasana. Ajang yang berlangsung pada 26–27 Juni itu justru menjadi penanda kebangkitan tinju Jawa Timur setelah sempat mengalami masa vakum selama beberapa tahun.

Antusiasme peserta menjadi bukti nyata. Sebanyak 206 petinju dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Bali, Jawa Barat, Bekasi, Kepulauan Riau (Batam), hingga Sulawesi Barat, ikut bertarung di Surabaya. Skala kejuaraan pun melampaui konsep awal yang hanya diperuntukkan bagi sasana-sasana tinju.

Wakil Ketua Pertina Jawa Timur, Agung Samsul Hadi, menyebut tingginya partisipasi itu menjadi sinyal bahwa Surabaya kembali diperhitungkan sebagai pusat pembinaan tinju nasional.

“Awalnya ini hanya untuk antar-sasana, tetapi berkembang menjadi semi nasional. Ini kebanggaan bagi kami. Mudah-mudahan Piala Wali Kota Surabaya menjadi barometer kebangkitan tinju Surabaya dan Jawa Timur,” ujarnya.

Menurut Agung, kebangkitan tersebut mengingatkan kembali kejayaan Jawa Timur pada era 1980-an hingga 1990-an ketika daerah ini menjadi salah satu lumbung utama petinju amatir Indonesia.

Ia mengakui kualitas petinju Jawa Timur, khususnya Surabaya, masih dalam tahap membangun. Banyak atlet lokal baru memulai karier, sementara peserta dari Bali maupun Jawa Barat sudah berada dalam program pembinaan jangka panjang menuju ajang besar.

 

“Anak-anak Surabaya memang masih pemula, sedangkan daerah lain sudah lebih matang. Tetapi pengalaman bertanding melawan atlet-atlet nasional seperti ini sangat penting untuk mempercepat perkembangan mereka,” katanya.

Kejuaraan ini sekaligus menjadi tolok ukur awal pembinaan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Ketua Pertina Kota Surabaya, Ferlix Prasetya, mengatakan penyelenggaraan event berskala nasional sengaja dilakukan untuk mengukur kemampuan atlet Surabaya menghadapi persaingan yang lebih ketat.

Hasilnya cukup menggembirakan. Kontingen Surabaya mampu membawa pulang tujuh medali emas, sebuah capaian yang dinilai menunjukkan atlet binaannya mulai mampu bersaing dengan petinju dari daerah-daerah kuat.

“Kami bangga karena atlet Surabaya sudah bisa mengimbangi petinju nasional. Ini menjadi modal penting untuk persiapan menuju Porprov,” kata Ferlix.

Meski demikian, ia menegaskan pembinaan tidak akan berhenti setelah kejuaraan ini. Para juara akan masuk program Pusat Latihan Cabang (Puslatcab), sementara Pertina Surabaya juga menyiapkan rangkaian Road to Porprov melalui sejumlah turnamen sebagai ajang evaluasi sekaligus menambah jam terbang atlet.

Selain itu, Pertina Surabaya berencana menggelar satu hingga dua kejuaraan lagi dengan skala menengah agar atlet yang belum meraih prestasi tetap memperoleh kesempatan meningkatkan kemampuan.

Piala Wali Kota Surabaya 2026 pun tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga menjadi momentum penting yang menghidupkan kembali gairah pembinaan tinju di Jawa Timur. @

Jika konsistensi kompetisi terus dijaga, Surabaya berpeluang mengembalikan status Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama tinju amatir Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *