Pengurus Dilantik, Padel Surabaya Siap Sapu Bersih Emas Porprov 2027

Olahraga135 Dilihat

SURABAYA — Kepengurusan Pengcab Pengurus  Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Surabaya periode 2026-2030  resmi dilantik di Surabaua, Minggu (23/8).  Tak ingin sekadar menjadi seremoni organisasi, kepengurusan di bawah komando Rian Septrianto Maulana langsung memasang target tinggi: menggembleng atlet dan menyapu bersih medali emas cabang olahraga padel pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim  2026 mendatang.

Dengan dukungan 104 pengurus dari berbagai unsur, PBPI Surabaya bertekad membangun pembinaan yang lebih terstruktur sekaligus memperkuat ekosistem padel di Kota Pahlawan. Target tersebut menjadi semakin penting karena padel untuk kali pertama akan dipertandingkan dalam Porprov.

Ketua PBPI Surabaya, Rian Septrianto Maulana, menegaskan pelantikan pengurus menjadi momentum untuk segera tancap gas mempersiapkan atlet.

“Kami tancap gas mendukung target Kontingen Surabaya meraih 250 medali emas di Porprov. Kami optimistis cabang olahraga padel dapat berkontribusi menyumbangkan medali emas. Dari lima nomer yang dipertandingkan, kita siap sapu bersih,  ” tegas Rian.

Menurut Rian, Surabaya memiliki modal besar untuk mengembangkan padel, terutama dari sisi infrastruktur. Saat ini terdapat sekitar 100 venue dengan rata-rata setiap venue memiliki empat hingga lima lapangan.

“Surabaya memiliki titik awal yang sangat strategis. Saat ini terdapat sekitar 100 venue, di mana rata-rata setiap venue memiliki 4 hingga 5 lapangan. Tugas kita adalah menjaga agar padel terus berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, besarnya struktur kepengurusan diharapkan mampu mempercepat pembinaan sekaligus memperluas kolaborasi. Sebanyak 104 pengurus dilibatkan untuk menggerakkan organisasi dan mendukung pengembangan olahraga padel di Surabaya.

Dukungan terhadap target prestasi tersebut disampaikan Ketua PBPI Jawa Timur, Rudi Risdianto. Ia menyebut Surabaya memiliki posisi strategis dalam perkembangan padel di Jawa Timur sehingga pembinaan atlet harus menjadi prioritas utama.

 

“Surabaya adalah episentrum padel di Jawa Timur. Saya minta seluruh pengurus fokus pada pencetakan atlet. Untuk persiapan PON, kita masih memiliki waktu sekitar dua tahun. PBPI Surabaya harus mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya dari sekarang,” tegas Rudi.

Target PBPI Surabaya juga mendapat dukungan Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom. Kehadiran padel melengkapi 72 cabang olahraga yang kini berada di bawah naungan KONI Surabaya.

” Kita berharap PBPI Surabaya mampu menjalankan pembinaan secara serius sehingga kehadiran padel tidak hanya menambah jumlah cabang olahraga, tetapi juga memberikan kontribusi prestasi bagi kontingen Kota Surabaya, ” ujarnyam

Sementara itu, Dewan Kehormatan PBPI Surabaya, Sandiaga Uno, memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru. Ia menilai perkembangan ekosistem padel dalam dua tahun terakhir menunjukkan potensi yang besar.

“Pertumbuhan ekosistem padel luar biasa dalam dua tahun terakhir. Namun, saya ingatkan agar olahraga ini dikelola secara profesional,” kata Sandiaga.

Sandiaga juga mengingatkan pentingnya edukasi mengenai penanganan cedera olahraga serta pemanfaatan digitalisasi untuk publikasi event dan perkembangan padel.

“Saya berharap ke depan atlet-atlet padel Indonesia tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu meraih emas di ajang Asian Games hingga Olimpiade,” pungkasnya. (Tom)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *