Peluk Ibu Usai Maroko Singkirkan Belanda, Saibari: Saya Tak Bisa Berjalan Normal Sejak Kecil, Ibu Selalu Berdoa…..

Berita, Olahraga31 Dilihat

INFOGARUDA.COM- Di tengah gemerlap kemenangan Maroko atas Belanda pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, sebuah momen sederhana justru mencuri perhatian dunia. Usai memastikan kemenangan lewat adu penalti, Ismael Saibari tidak langsung larut dalam perayaan bersama rekan-rekannya. Ia memilih berlari ke tribun untuk memeluk sang ibu.

Pelukan hangat itu menjadi gambaran rasa syukur seorang anak kepada sosok yang selalu berada di belakang perjuangannya. Momen tersebut terekam kamera dan menyebar luas di media sosial, dengan banyak penggemar sepak bola menyebutnya sebagai salah satu adegan paling menyentuh sepanjang Piala Dunia 2026.

Bagi Saibari, kemenangan tersebut bukan sekadar tentang lolos ke babak berikutnya. Ada perjalanan panjang dan penuh perjuangan yang membawanya hingga berdiri di panggung sepak bola terbesar dunia.

Sejak kecil, pemain berusia 24 tahun itu harus menghadapi tantangan besar. Saibari lahir dengan kelainan bawaan pada kedua kakinya yang membuat posisi telapak kakinya mengarah ke dalam. Kondisi tersebut sempat membuat dokter meragukan dirinya dapat berjalan secara normal.

Dalam sebuah wawancara pada 2024, Saibari  yang tercatat sebagai striker klub PSV Endhoven itu mengungkapkan bahwa dirinya harus menggunakan alat khusus untuk membantu proses pemulihan.

“Kaki saya menghadap jauh ke dalam sehingga saya harus menggunakan alat khusus. Bahkan dokter pernah mengatakan kepada orang tua saya bahwa mungkin saya tidak akan bisa berjalan dengan normal seumur hidup,” ujar Saibari.

Namun, dukungan sang ibu menjadi kekuatan terbesar dalam perjalanan hidupnya. Sang ibu terus mendampingi proses pengobatan dan selalu berharap putranya dapat menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya.

“Ibu saya hanya berdoa agar saya bisa hidup normal. Syukurlah, sekarang saya memiliki kaki yang normal dan tubuh yang sehat,” kata Saibari.

Saibari kemudian menjalani terapi menggunakan penyangga ortopedi selama lebih dari satu tahun. Perjuangan itu perlahan membuahkan hasil hingga akhirnya ia mampu berjalan normal dan mengejar impiannya di dunia sepak bola.

Ketika masih kecil, keluarganya juga harus melewati perubahan besar. Pada 2007, mereka pindah dari Spanyol ke Belgia akibat krisis ekonomi yang terjadi saat itu. Di tengah berbagai tantangan, kecintaan Saibari terhadap sepak bola tetap tumbuh.

Kini, perjalanan panjang tersebut membawanya ke panggung Piala Dunia. Dalam laga melawan Belanda, Saibari menjadi salah satu pemain yang mencatat momen penting bagi Maroko.

Pertandingan berlangsung sengit setelah Maroko sempat tertinggal sebelum mampu menyamakan kedudukan melalui gol Issa Diop pada masa tambahan waktu. Setelah skor tetap imbang hingga babak tambahan, laga pun harus ditentukan lewat adu penalti.

Saibari dipercaya mengambil salah satu tendangan penentu. Eksekusinya berhasil membawa Maroko meraih kemenangan dan melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Dari seorang anak yang dulu diragukan bisa berjalan normal, Saibari kini berdiri sebagai pemain yang memberi kebahagiaan bagi jutaan pendukung Maroko. Dan di balik keberhasilannya itu, ada sosok ibu yang selalu percaya bahwa mimpi anaknya tetap bisa terwujud. TOM

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *