Kegiatan yang menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat tersebut digelar di lapangan hockey field kampus Unesa Lidah Wetan, Surabaya. Ketua Umum Pengprov FHI Jatim, Suryanto Agung, turut hadir memberikan materi sekaligus mencoba fasilitas lapangan milik kampus tersebut.
“Program ini merupakan bagian dari kerja FHI Jatim yang kebetulan memiliki kesamaan dengan program Prodi Manajemen Olahraga Unesa, sehingga terjalin kerja sama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang hockey,” ujar Suryanto.
Menurutnya, Unesa memiliki perhatian besar dalam pengembangan potensi olahraga, termasuk cabang olahraga hockey. Meski hockey telah lama berkembang di Jawa Timur, khususnya Surabaya, olahraga tersebut masih belum banyak dikenal masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, FHI Jatim berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal, memahami, dan tertarik menekuni olahraga hockey.
“Ini juga menjadi bentuk sosialisasi agar masyarakat lebih mengenal, lebih dekat, dan semakin menggemari cabang olahraga hockey,” lanjutnya.
Suryanto menjelaskan, perjalanan prestasi hockey Jawa Timur mengalami pasang surut. Cabor tersebut sempat mengalami masa kejayaan pada akhir era 1980-an hingga 1990-an. Namun dalam beberapa tahun terakhir, prestasi hockey Indonesia masih tertinggal dari negara-negara kuat dunia.
Pada nomor putra, dominasi saat ini banyak dikuasai negara seperti Belgia, Belanda, dan Inggris. Sementara pada nomor putri, persaingan kuat terjadi antara Belanda dan Argentina.
“Semoga ke depan Indonesia, khususnya Jawa Timur, bisa kembali memiliki prestasi yang lebih baik di cabang olahraga hockey,” harap Suryanto.
Salah satu peserta asal Kota Surabaya, Siska Amelia, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan baru terkait teknik bermain hingga regulasi hockey sesuai standar internasional.
“Senang bisa ikut kegiatan ini. Saya jadi tahu cara bermain sesuai standar internasional dan memahami aturan dalam olahraga hockey,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan, tidak hanya untuk hockey, tetapi juga bagi cabang olahraga lainnya agar kualitas atlet dan sumber daya pertandingan di Indonesia semakin berkembang.TOM











