Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Datangj PT PAL, Perkuat Kerja Sama Pertahanan!

Nasional18 Dilihat

Surabaya – Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis, Catherine Vautrin, mengunjungi PT PAL Indonesia (Persero). Kunjungan itu menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis, terutama di bidang industri pertahanan maritim.

Catherine Vautrin datang didampingi Wakil Menteri Pertahanan RI, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan, Marsdya TNI Andyawan Martono Putra Pangkohanudnas, Laksdya TNI Edwin Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, beserta sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan RI. Rombongan diterima CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod bersama jajaran manajemen perusahaan.

Dalam kunjungan tersebut, Catherine meninjau perkembangan kerja sama PT PAL Indonesia bersama Naval Group dalam pembangunan dua unit kapal selam Scorpène Evolved untuk TNI AL. Menurutnya, keberhasilan program kapal selam membutuhkan keahlian, ketelitian, dan komitmen dari para engineer, pekerja, teknisi, serta para pemimpin di sektor industri dan militer.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada PT PAL atas sambutannya dan memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat. Para insinyur, pekerja, teknisi, serta para pemimpin di sektor industri dan militer: keberhasilan program ini akan bergantung pada keahlian, ketelitian, dan komitmen teguh Anda,” ujar Catherine Vautrin.

Program pembangunan kedua kapal selam tersebut kini memasuki tahap konstruksi fisik di Indonesia. Kerja sama itu juga mencakup transfer kapasitas dan teknologi dari Naval Group kepada PT PAL.

Dalam program tersebut, PT PAL terlibat dalam sejumlah tahapan penting. Perusahaan mengerjakan pembangunan struktur kapal, integrasi peralatan, final assembly, pengujian, hingga commissioning.

CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan kerja sama dengan Naval Group tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi kebutuhan alutsista, tetapi menjadi bagian dari proses membangun kemampuan industri pertahanan nasional.

“Kerja sama dengan Naval Group kami pandang sebagai proses membangun kemampuan. Melalui transfer kapasitas, pengembangan kompetensi engineer, dan keterlibatan PT PAL dalam keseluruhan proses produksi, kami membangun fondasi agar kemampuan strategis tersebut dapat dikelola dan dikembangkan di dalam negeri,” ujar Kaharuddin.

Menurut Kaharuddin, penguatan industri pertahanan juga memiliki arti penting dalam hubungan antarnegara. Kemampuan industri yang semakin kuat akan memperluas ruang bagi Indonesia untuk membangun kerja sama teknologi dan industri dengan mitra internasional.

“Industri pertahanan memiliki dimensi diplomatik karena mempertemukan kebutuhan pertahanan dengan kemampuan teknologi dan industri. Ketika Indonesia semakin mampu membangun, mengintegrasikan, dan mempertahankan teknologi strategis secara mandiri, kapabilitas tersebut menjadi modal penting untuk membangun kemitraan yang lebih luas dan setara, termasuk di kawasan,” katanya.

Kerja sama pembangunan Scorpène menunjukkan perkembangan hubungan pertahanan Indonesia-Prancis. Kemitraan kedua negara tidak lagi berhenti pada pengadaan alutsista, tetapi mulai diarahkan pada penguatan kapasitas industri, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguasaan teknologi strategis.

Wakil Menteri Pertahanan RI, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan, menegaskan bahwa nilai strategis program tersebut terletak pada proses pembangunan kemampuan nasional yang menyertainya.

“Bagi Indonesia, program ini bukan hanya tentang memperoleh platform pertahanan modern, tetapi juga tentang membangun kemampuan nasional melalui keterlibatan para engineer Indonesia, industri nasional, dan mitra Prancis. Yang sedang kita bangun di Surabaya bukan hanya sebuah kapal selam, kita juga sedang membangun pengetahuan, kemampuan industri, sumber daya manusia, dan kepercayaan antara Indonesia dan Prancis,” ujar Donny. @

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *