Menko Pangan Zulhas Tinjau SPPG di Surabaya, Pola Distribusi MBG Disesuaikan Saat Ramadhan

Surabaya – Memasuki awal bulan Ramadhan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nikmat Barokah di Jalan Raya Kedung Asem, Rungkut, Surabaya, Kamis (19/2/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan serta standar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan optimal selama bulan puasa. Menko Pangan meninjau langsung proses penyiapan makanan, standar kebersihan dan sanitasi dapur, hingga kualitas gizi yang disediakan bagi para penerima manfaat.

Selain itu, Zulkifli Hasan juga mensosialisasikan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG, sekaligus mendorong percepatan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh SPPG.

Menurut Zulkifli Hasan, Jawa Timur saat ini memiliki 2.110 Satuan Pelayanan Gizi, dan lebih dari separuhnya telah mengantongi sertifikat SLHS. Ia menilai SPPG Nikmat Barokah telah memenuhi seluruh standar yang ditetapkan pemerintah.

“Di Jawa Timur sudah ada 2.110 SPG dan separuh lebih sudah memiliki SLHS. Yang di sini sudah lengkap, SLHS ada, halal ada, HACCP juga ada. Ini bisa menjadi contoh bagi SPG lainnya karena aman dan gizinya sudah sesuai,” ujar Zulkifli Hasan.

Memasuki awal Ramadhan, pemerintah melakukan penyesuaian pola distribusi MBG bagi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa. Makanan diberikan dalam bentuk paket makanan kering yang dapat dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa.

“Nanti bulan puasa, yang berpuasa dikasih makanan kering. Ada telur, roti, kurma atau buah, kacang, dan susu. Untuk pondok pesantren, waktunya bisa digeser saat buka puasa,” jelas Zulkifli Hasan.

Sementara itu, pengelola SPPG Nikmat Barokah, Yayuk Eko Agustin, mengatakan seluruh menu makanan kering yang didistribusikan selama Ramadhan melibatkan produk dari pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal.

“Menu keringnya ada roti, abon, telur asin, telur biasa, dan buah. Semua dari UKM,” kata Yayuk.
Yayuk menambahkan, distribusi makanan dilakukan ke sekolah-sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sedangkan selama masa libur, distribusi difokuskan kepada ibu hamil dan ibu menyusui. Setiap harinya, SPPG Nikmat Barokah mendistribusikan sekitar 3.500 porsi makanan, termasuk untuk siswa, guru, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Pangan menegaskan pemerintah akan terus melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk percepatan sertifikasi SLHS serta pemenuhan gizi penerima manfaat, agar Program Makan Bergizi Gratis tetap aman, berkualitas, dan tepat sasaran selama bulan Ramadhan. (Kris)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *