Mencekam! KMP Mutiara Santosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Lompat ke Laut, Basarnas Berpacu Waktu

Berita, Nasional20 Dilihat

Surabaya – Kapal penumpang KMP Mutiara Santosa 2 terbakar saat berlayar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8) pagi. Insiden yang terjadi di tengah laut itu memicu kepanikan ratusan penumpang. Sebagian memilih bertahan di atas kapal, sementara lainnya nekat melompat ke laut demi menyelamatkan diri sambil menunggu proses evakuasi.

Kantor SAR Surabaya menerima laporan pertama mengenai kebakaran tersebut pada pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak. Selang satu menit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran mengonfirmasi bahwa kapal yang melayani rute Surabaya–Makassar itu mengalami kebakaran dengan jumlah penumpang dan awak kapal diperkirakan mencapai sekitar 250 orang.

Berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, kebakaran diduga mulai terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah melaporkan kejadian, nahkoda kapal tidak lagi dapat dihubungi. Kondisi itu membuat Basarnas Surabaya segera berkoordinasi dengan Syahbandar, VTS Surabaya, SROP Kalianget, serta Pos SAR Sumenep.

Hasil pelacakan menunjukkan posisi KMP Mutiara Santosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi dalam kondisi hampir terbakar habis.

Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak memberikan pertolongan. TB Hasnur 26 mengevakuasi penumpang dari atas kapal, sedangkan kapal British Mentor menyelamatkan korban yang melompat ke laut. Sementara itu, Meratus Project 3 tidak dapat mendekat karena membawa muatan bahan yang mudah terbakar.

Untuk memperkuat operasi penyelamatan, Basarnas Surabaya memberangkatkan KN SAR 249 Permadi menuju lokasi kejadian. Kapal penyelamat tersebut harus menempuh jarak sekitar 118 mil laut dari Surabaya dengan kecepatan sekitar 14 knot.

Nahkoda KN SAR 249 Permadi, Nur Ardhi, mengatakan tim bergerak secepat mungkin setelah menerima informasi kebakaran.

“Begitu menerima informasi dari Kantor SAR Surabaya, KN SAR 249 Permadi langsung diberangkatkan menuju lokasi kebakaran untuk memperkuat proses evakuasi penumpang dan mendukung pencarian apabila masih ada korban yang membutuhkan pertolongan,” ujar Nur Ardhi.

Ia menjelaskan lokasi kejadian yang cukup jauh membuat perjalanan menuju titik kebakaran membutuhkan waktu.

“Lokasi kejadian berada sekitar 118 mil laut dari Surabaya. Selama perjalanan kami terus berkoordinasi dengan kapal-kapal yang lebih dulu berada di lokasi agar proses penyelamatan penumpang bisa dilakukan secepat mungkin,” katanya.

Nur Ardhi menegaskan seluruh unsur SAR dikerahkan agar operasi penyelamatan berjalan maksimal.

“Fokus utama kami adalah memastikan seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan selamat. Koordinasi dengan Syahbandar, kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi, dan seluruh unsur SAR terus dilakukan hingga operasi selesai,” tegasnya.

Hingga Minggu siang, proses evakuasi masih terus berlangsung. Basarnas Surabaya masih memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. (Kris/Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *