Manasik Haji Bryan Makkah di Bulan Ramadhan, Pentingnya Menjaga Lisan di Tanah Suci..!

Berita, HAJI 2026386 Dilihat

SURABAYA: Memasuki bulan Ramadhan, KBIH Bryan Makkah tetap menggelar Bimbingan Manasik Haji 2026 di Masjid Popnpes Al-Jihad, Jemursari, Surabaya, pada Ahad 22 Februari 2026. Ratusan jamaah haji Bryan Makkah terlihat bersemangat, meski sedang menjalani ibadah puasa.

Agenda manasik haji di bulan puasa ini digelar lebih singkat dari biasanya, mulai pukul 09.00 hingga 11.30. Sesi pertama, pemateri Dr.KH.Zainudin, Msi. memaparkan berbagai tempat bersejarah di Kota Madinah yang akan dikunjungi jamaah dari Bryan Makkah sebelum mengikuti puncak ibadah haji.

Diketahui, sebanyak 305 jamaah haji dari Bryan Makkah masuk gelombang pertama dengan kloter 50 yang akan berangkat pada 5 Mei 2026. Gelombang pertama akan menuju Kota Madinah lebih dulu sebelum ke Mekkah untuk mengikuti prosesi ibadah haji.

Berbagai tempat suci dan bersejarah akan dikunjungi jamaah Bryan Makkah. Mulai dari Masjid Nabawai, Jabal Uhud, Jabal Rahma, Masjid Quba, Jabal Magnet dan berbagai tempat lainnya.

Di sesi kedua, dengan agenda Tasawuf Haji, KH Much Imam Chambali, selaku penasihat dan pembina KBIH Bryan Makkah, mengingatkan pentingnya menjaga ‘lisan’ saat berada di Tanah Suci dengan mengutip Al-quran, Surat Qof Ayat 18:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Mā yalfiẓu ming qaulin illā ladaihi raqībun ‘atīd.
Artinya:
“Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).

Ayat ini mengingatkan kita jika Malaikat Raqib dan Atid selalu mendampingi dan mencatat segala ucapan, baik yang bernilai pahala maupun dosa. Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa lisan dapat menjadi sumber malapetaka jika tidak dijaga.

Selain itu, setiap perkataan, termasuk gurauan, umpatan, atau kata-kata kasar, akan dipertanggungjawabkan. Menjaga lisan bukan hanya soal etika sosial, tetapi cerminan keimanan seseorang. Lisan yang lurus akan membuat anggota tubuh lainnya baik

“Bukan berapa banyak uang saku yang kita bawa agar ibadah haji kita lancar, tapi pentingnya menjaga lisan selama di sana nanti. Biasakan mulai sekarang bicara yang bisa menyenangkan orang. Jangan mengeluh, jangan mengumpat. Biasakan mengucap Alhamdulillah…” pesan KH.Imam Chambali.

Dengan penyampaian khas, tegas disertai candaan, KH.Imam Chambali menceritakan beberapa kejadian yang dialami jamaah, terkait pentingnya menjaga lisan selama menjalani ibadah Haji.

Usai manasik, jamaah Haji Bryan Makkah tidak langsung membubarkan diri. Mereka berkumpul tiap rombongan untuk lebih mengakrabkan diri. Pada musim Haji 2026, KBIH Bryan Makkah  menunjuk tujuh Ketua Rombongan (Karom)  dan 28 Ketua Regu (Karu). Setiap regu terdiri dari 10 hingga 11 jamaah haji.

“Dalam pertemuan ini kami saling mengenal dan semua merasa seduluran saklawase. Semoga kita sehat panjang umur, kompak, rukun, bersatu mulai berangkat, ditanah suci, sampai pulang ke tanah air, ” ucap H. Sopo Nyono, Ketua Rombongan 5 Bryan Makkah. (tom)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *