LD PWNU Jatim Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional, Cetak SDM Berkualitas untuk Layani Jamaah

Berita, HAJI 2026149 Dilihat

BATU, MALANG – Lembaga Dakwah (LD) PWNU Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah dengan menggelar Program Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional pada Agustus 2026 mendatang di Hotel Asida, Kota Wisata Batu, Kabupaten Malang.

Program ini menjadi langkah strategis untuk mencetak pembimbing manasik haji yang profesional, kompeten, dan memiliki standar keilmuan serta keterampilan yang sesuai dengan regulasi nasional penyelenggaraan ibadah haji.

Ketua Panitia, H. Ali Zainal Abidin, S.HI., M.Pd., menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang akan mendampingi dan membimbing jamaah haji.

“Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan jamaah haji di Jawa Timur,” ujar Ali Zainal Abidin, Senin (2/6/2026).

Menurutnya, program sertifikasi dirancang secara komprehensif melalui pendidikan dan pelatihan terstruktur yang dilaksanakan secara luring (offline). Para peserta akan mendapatkan pembekalan langsung dari narasumber tingkat nasional maupun daerah yang berasal dari kalangan akademisi, guru besar, serta praktisi profesional bidang haji dan umrah.

Selain meningkatkan kompetensi, sertifikasi ini juga memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu persyaratan penting bagi calon petugas haji maupun pemateri manasik haji yang ingin terlibat dalam proses pembinaan jamaah.

“Ke depan, kebutuhan terhadap pembimbing manasik yang tersertifikasi akan semakin penting untuk menjamin kualitas layanan kepada jamaah,” tambahnya.

Panitia menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon peserta, di antaranya telah menunaikan ibadah haji atau umrah, berusia antara 25 hingga 65 tahun, mengisi formulir pendaftaran, melampirkan ijazah terakhir yang telah dilegalisasi, surat keterangan sehat, surat rekomendasi dari KBIHU, travel, pesantren, atau instansi terkait, serta melengkapi dokumen administrasi lainnya.

Selama mengikuti program, peserta akan memperoleh berbagai fasilitas seperti materi sertifikasi, pembimbing profesional, konsumsi, akomodasi, alat tulis kantor (ATK), tas peserta, training kit, kaos pelatihan, hingga kopiah hitam.

Panitia menjelaskan bahwa seluruh persyaratan dan tahapan seleksi disusun untuk memastikan peserta memiliki pengalaman ibadah yang memadai serta kompetensi dasar dalam mendampingi jamaah sesuai standar penyelenggaraan ibadah haji nasional.

“Kami mengajak para calon pembimbing manasik haji untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai sarana peningkatan kompetensi dan profesionalisme dalam memberikan bimbingan terbaik kepada jamaah,” kata Ali.

Untuk mengikuti program tersebut, peserta dikenakan infak sebesar Rp5.500.000 per orang. Dana tersebut digunakan untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan pendidikan, pelatihan, sertifikasi, serta fasilitas peserta selama kegiatan berlangsung.

Melalui program ini, LD PWNU Jawa Timur berharap dapat melahirkan lebih banyak pembimbing manasik haji yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kualitas pembinaan jamaah haji Indonesia, khususnya di Jawa Timur. (tom)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *