Lantunan Doa Mengiringi Keberangkatan Jemaah Haji Bryan Makkah Menuju Padang Arafah

Berita, HAJI 2026443 Dilihat

MAKKAH: Suasana haru mengiringi keberangkatan jemaah haji Bryan Makkah yang tergabung di kloter 50 Surabaya menuju Padang Arafah, Senin (25/4).

Sebelum berangkat, lebih dari 300 jamaah Bryan Makkah  berkumpul di Masjid Hotel 309.  Dipimpin KH, Imam Chambali, lantunan doa menggema  diikuti para jemaah dengan khusuk.

Selain doa, berbagai penjelasan terkait puncak haji Armuzna  juga diberikan kepada para jamaah. Kemudian seluruh jamaah dan para pembibing saling bermaafaan untuk melebur dosa sebelum berangkat wukuf ke Arafah, sebagai puncak dari Ibadah Haji.

Tak sedikit jemaah yang meneteskan air mata larut dalam suasana. Maklum selama hampir tiga pekan mereka berkumpul bersama mulai dari Madinah,  Makkah himgga akhirnya berangkat bersama ke Arafah.

Jamaah kloter 50 Surabaya ini akan bergabung bersama Jutaan ‘Tamu Allah’ dari berbagai penjuru dunia, untuk menjalani wukuf, yang merupakan inti rangkaian ibadah haji.

Seluruh jamaah haji Indonesia bergerak dalam tiga tahap pada Senin (25/5/2026) pukul 07.00 waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 11.00 WIIB.

Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Dendi Suryadi menjelaskan, puncak ibadah haji 1447 H/2026 M di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) merupakan momen krusial, khususnya bagi seluruh petugas haji. Mereka harus selalu siap sedia dalam melayani jamaah haji RI.

Pengaturan jamaah menuju tenda dan setelah wukuf juga menjadi sorotan. Terlebih jumlah jamaah Indonesia mencapai 221 ribu dan sekitar 203 ribu di antaranya adalah jemaah haji reguler.

Dendi juga menyinggung soal suhu udara yang panas pada saat puncak haji. “Tahun ini diperkirakan oleh BMKG-nya Arab Saudi bisa mencapai 47 derajat celcius,” kata dia.

Pelayanan operasional haji saat wukuf di Arafah akan dikoordinasikan oleh Satgas Arafah di bawah Satuan Operasi Armuzna. Petugas daerah kerja (daker) bandara telah bergerak menuju Arafah pada Ahad (24/5/2026) atau 7 Dzulhijjah.

Petugas akan memastikan fasilitas di Arafah siap digunakan oleh jamaah haji Indonesia. “Ketika jemaah datang pada 8 Dzulhijah atau 25 Mei 2026, semua petugas sudah siap,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf meminta petugas haji Indonesia mempertahankan pelayanan prima kepada jamaah Indonesia pada saat fase Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna).

Menurut sosok yang akrab disapa Gus Irfan itu, Armuzna adalah fase puncak haji yang menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan operasional pelayanan haji.

“Puncak dari haji adalah Armuzna, jika Armuzna berjalan sesuai harapan artinya kesuksesan sudah 80 persen,” ungkap Gus Irfan. (Tom)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *