Surabaya — Di tengah pesatnya perkembangan kuliner modern dan maraknya gerai makanan cepat saji, sebuah warung bakso sederhana di kawasan Bubutan justru mampu bertahan dan semakin dikenal lintas generasi. Bakso Pak San, yang berlokasi di Jalan Bubutan No.121, tepat di sebelah SMPK Stella Maris, menjadi bukti bahwa konsistensi rasa dan kualitas mampu mengalahkan tren zaman.
Warung bakso ini bukan sekadar tempat makan, melainkan telah menjadi bagian dari memori kolektif warga sekitar. Sejak siang hari, antrean pelanggan kerap terlihat mengular. Mulai dari pelajar, pekerja, hingga warga lanjut usia, semua larut menikmati semangkuk bakso yang telah melegenda selama puluhan tahun.
Kunci utama kelezatan Bakso Pak San terletak pada komitmen terhadap bahan baku. Pak San menegaskan bahwa seluruh bakso dibuat dari daging sapi segar berkualitas tinggi, bukan daging beku.
“Kalau daging beku rasanya pasti beda. Kami dari dulu pakai daging segar, itu yang bikin rasa bakso tetap sama dari dulu sampai sekarang,” ujar Pak San. Sabtu (10/1/2026).
Selain menjamin kesegaran bahan, Bakso Pak San juga memastikan keaslian daging sapi 100 persen. Hal ini membuat pelanggan merasa aman dan percaya, termasuk pelanggan dari luar daerah. Lokasinya yang berada di kawasan sekolah turut menjadikan Bakso Pak San sebagai langganan para siswa dan warga sekitar.
Usaha ini telah dirintis sejak tahun 1975. Saat itu, Pak San masih bujang dan berjualan secara sederhana di depan gerbang SMPK Stella Maris sisi selatan di Jalan Tembaan. Seiring penataan kawasan, lokasi berjualan bergeser ke sisi timur gerbang sekolah. Meski berpindah tempat, cita rasa tetap dipertahankan.
Lebih dari lima dekade berjalan, nama “Pak San” bukan sekadar penjual bakso, melainkan telah menjadi simbol kepercayaan. Banyak pelanggan mengaku telah mengenal Bakso Pak San sejak masa sekolah dan kini tetap setia berkunjung bersama anak-anak mereka.
Tak hanya mengandalkan rasa, suasana warung yang ramah dan hangat membuat pelanggan merasa nyaman. Interaksi sederhana antara penjual dan pembeli menciptakan suasana kekeluargaan yang sulit ditemukan di gerai modern.
Dari sisi harga, Bakso Pak San tetap menjaga keterjangkauan. Bakso campur dibanderol Rp20.000, sementara bakso jumbo Rp30.000 dengan ukuran besar dan cita rasa daging yang padat. Sebagian pelanggan bahkan menyebut sensasi menyantap bakso jumbo menyerupai menikmati steak dalam bentuk bakso.
Menu yang tersedia cukup beragam, antara lain: bakso campur, bakso jumbo, tetelan iga dan paket bakso jumbo plus iga. Untuk pilihan minuman seperti es teh, es jeruk, dan es belewa menjadi pelengkap sajian.
Bakso Pak San buka setiap hari pukul 11.00–20.00 WIB, dan hampir tidak pernah sepi pengunjung.
Di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat, Bakso Pak San membuktikan bahwa konsistensi, kejujuran bahan, dan penjagaan cita rasa adalah kunci bertahan. Lebih dari sekadar kuliner, Bakso Pak San telah menjelma menjadi ikon bakso legendaris Surabaya yang terus hidup dari generasi ke generasi. Jer

















