KONI Jatim Gandeng Australia Barat, Target Lompatan Prestasi di PON 2028

Olahraga64 Dilihat

SURABAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur memperkuat langkah meningkatkan prestasi olahraga dengan menggandeng Pemerintah Negara Bagian Australia Barat melalui penandatanganan Technical Agreement di bidang olahraga.

Kerja sama tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan Sister-State Jawa Timur dan Australia Barat yang telah terjalin sejak 1991. Kolaborasi ini diarahkan tidak sekadar pada hubungan kelembagaan, tetapi juga menghasilkan program nyata untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga dan prestasi atlet.

Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengatakan, Australia Barat dipandang sebagai mitra strategis karena memiliki pengalaman dan sistem yang maju dalam pengembangan olahraga prestasi.

“Kami memandang Australia, khususnya Australia Barat, sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman, sistem, dan keahlian yang maju dalam pengembangan olahraga prestasi,” kata Muhammad Nabil, Rabu (12/8/2026).

Menurut Nabil, Technical Agreement tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Perjanjian ini menjadi pintu masuk kolaborasi yang konkret, terarah, dan saling menguntungkan bagi kedua wilayah.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan olahraga prestasi, pendidikan olahraga, olahraga rekreasi, peningkatan partisipasi masyarakat, pembinaan atlet berbakat hingga pengembangan industri olahraga.

Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kualitas atlet melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, pelatihan, serta kompetisi. Kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi dalam identifikasi dan pembinaan talenta olahraga.

Perkuat Sport Science

KONI Jatim menaruh perhatian besar pada penguatan sport science sebagai bagian dari sistem pembinaan atlet.

Kerja sama dengan Australia Barat diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelatih, sistem pembinaan, program latihan, hingga penyusunan dan evaluasi beban latihan atlet.

Selain itu, identifikasi dan pengembangan bakat atlet serta peningkatan kapasitas tenaga pendukung olahraga juga menjadi bagian dari program kerja sama.

“Bagi Jawa Timur, dukungan teknis dan transfer keahlian sangat penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat nasional dan internasional, khususnya PON XXII Tahun 2028,” ujar Nabil.

Ia menegaskan, prestasi olahraga tidak boleh dibangun secara kebetulan. Diperlukan perencanaan yang matang, kepelatihan berkualitas, dukungan ilmu pengetahuan, kedisiplinan, serta evaluasi secara berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa keberhasilan olahraga tidak diraih secara kebetulan, tetapi dibangun melalui perencanaan yang matang, kepelatihan berkualitas tinggi, dukungan ilmiah, kedisiplinan, serta evaluasi yang berkelanjutan,” katanya.

Tak Hanya Atlet

Kerja sama tersebut tidak hanya menyasar atlet. Pengembangan sumber daya manusia olahraga juga menjadi perhatian, termasuk pelatih, administrator, dan personel pengelola olahraga.

Kedua pihak dapat melakukan pendidikan, pelatihan, serta pengembangan kapasitas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga.

Aspek keselamatan olahraga turut masuk dalam ruang lingkup kerja sama. Di antaranya rehabilitasi medis olahraga, penelitian, pengumpulan data dan statistik olahraga, serta pengelolaan fasilitas dan peralatan olahraga.

Kolaborasi juga mencakup upaya mencegah penggunaan obat-obatan terlarang dalam olahraga dan meningkatkan tata kelola olahraga.

Sementara di bidang olahraga masyarakat, kerja sama diarahkan untuk meningkatkan partisipasi melalui program berbasis komunitas sekaligus membangun budaya olahraga di kedua wilayah.

Berlaku Empat Tahun

Technical Agreement antara KONI Jatim dan Pemerintah Negara Bagian Australia Barat berlaku selama empat tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua pihak.

Pelaksanaan setiap program akan menyesuaikan ketersediaan dana dan personel masing-masing pihak. Kedua pihak juga dapat menyusun pengaturan teknis lebih lanjut untuk merealisasikan program yang telah disepakati.

Dokumen kerja sama ditandatangani Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil atas nama KONI Jawa Timur dan Bryce Green, WA Government Investment and Trade Commissioner to Indonesia, atas nama Pemerintah Negara Bagian Australia Barat.

Bryce Green menyambut positif kelanjutan kerja sama tersebut. Ia menyebut hubungan Jawa Timur dan Australia Barat memiliki sejarah persahabatan yang panjang.

“Kerja sama ini memang layak dilakukan dan dilanjutkan karena Jawa Timur dan Australia Barat memiliki sejarah persahabatan yang panjang. Demikian juga, khususnya dengan KONI Jawa Timur, yang sejak 2019 sudah menjalin kerja sama,” ujar Bryce.

Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, juga menyambut positif kolaborasi tersebut. Bahkan, ia mengungkapkan dirinya sebagai Bonek, sebutan bagi pendukung Persebaya Surabaya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi jembatan untuk mempertemukan pengalaman dan keunggulan Australia Barat dengan potensi olahraga Jawa Timur.

Dengan transfer keahlian, peningkatan kapasitas pelatih dan atlet, penerapan sport science, serta pembinaan yang terukur, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi olahraga Jawa Timur menghadapi persaingan nasional dan internasional, termasuk menuju PON XXII 2028. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *