Ketum FORKI Hadi Tjahjanto Lantik PB Porbikawa, Totok Lusida Bidik 20 Pengprov di Indonesia

Berita, Olahraga215 Dilihat

SURABAYA – Totok Lusida resmi memimpin Persatuan Olahraga Beladiri Ishikawa Karate-do Indonesia (PB PORBIKAWA) masa bakti 2026–2030 setelah dilantik Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto di Empire Surabaya, Sabtu (15/8/2026).

Prosesi pelantikan juga dihadiri Kadispora JatimMuhamad Hadi Wawan Guntoro, dan Ketua Umum KONI Jatim, M Nabiel. Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru PB Porbikawa untuk periode 2026–2030.

Totok Lusida bersama jajaran pengurus yang dilantik mendapat amanah untuk menjalankan roda organisasi sekaligus memperkuat pembinaan dan pengembangan olahraga karate. PORBIKAWA merupakan  salah satu perguruan karate historis di Indonesia yang didirikan pada tahun 1949.

Dengan kepengurusan baru tersebut, PB Porbikawa diharapkan mampu membangun organisasi yang semakin solid serta meningkatkan pembinaan atlet dan prestasi karate, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua Umum PB FORKI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto mengatakan, pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara PB Porbikawa, PB FORKI, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga.

“Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara PB Porbikawa dengan PB FORKI serta seluruh stakeholder olahraga dalam mencetak atlet-atlet berprestasi,” ujar Hadi.

Selain itu, Hadi Tjahjanto yakin Porbikawa sebagai salah satu perguruan karate pendiri FORKI akan lebih berkembang pesar dengan kehadiran Ketum Totok Lusida. Sebab, sosok Totok Lusida sudah tidak asing lagi di dunia karate. Sebelumnya, juga pernah menjadi Ketum Pengprov FORKI Jatim selama dua periode.

“Beliau sosok berpengalaman dan sangat cinta pada karate. Saya yakin, Porbikawa akan lebih berkembang ke depan, ” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB Porbikawa Totok Lusida menegaskan, salah satu fokus utama kepengurusannya adalah memperkuat dan memperluas organisasi.Menurutnya, saat ini PB Porbikawa baru memiliki tujuh Pengprov. Jumlah tersebut akan ditingkatkan secara bertahap dengan target minimal mencakup separuh dari jumlah provinsi yang ada di Indonesia.

“Sekarang kita punya tujuh Pengprov. Ke depan kita targetkan untuk menambah jumlah Pengprov, minimal separuh dari provinsi yang ada di Indonesia,” ujar Totok.

Ia berharap perluasan kepengurusan di daerah dapat memperkuat sistem pembinaan sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi atlet-atlet karate untuk berkembang dan berprestasi.

“Kita tidak mau asal-asalan membentuk pengurus Pengprov, harus disiapkan infrastruktur. Mulai tempat latihan, pelatih dan pendukung lainnya, ” tandasnya.

Dengan target tersebut, PB Porbikawa periode 2026–2030 tidak hanya berfokus pada penguatan struktur organisasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem pembinaan atlet yang lebih luas dan berkelanjutan. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *