Kasus Influenza di Surabaya Capai 40.539, Pasien Anak Dominasi IGD RSI Ahmad Yani

Berita41 Dilihat

 

Surabaya – Kasus influenza yang mengarah pada tipe A di Kota Surabaya tercatat mencapai 40.539 kasus hingga akhir Agustus 2026. Jumlah tersebut merupakan akumulasi laporan dari puskesmas dan rumah sakit di Kota Surabaya.

Memasuki September, kasus influenza kembali mengalami peningkatan. Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyebut kenaikan kasus berada di kisaran 10 persen, meski tingkat keparahannya masih tergolong ringan.

“Peningkatannya kalau dilihat angkanya sekitar 10 persen peningkatan jumlah kasus, tapi ringan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Billy Daniel Messakh.

Billy mengatakan, gejala yang banyak ditemukan antara lain demam, badan lemas dan batuk yang mengarah pada influenza tipe A.

“Gejalanya ada panasnya, terus badannya lemas, ada batuknya. Nah, ini yang lebih cenderung ke influenza A,” ujarnya.

Peningkatan kunjungan pasien juga terlihat di IGD RSI Ahmad Yani Surabaya. Hingga September 2026, rumah sakit tersebut telah menerima 73 pasien influenza.

Kepala IGD RSI Ahmad Yani Surabaya, Fauziah Fitri, mengatakan lonjakan pasien mulai terlihat sejak awal September. Kondisi tersebut membuat kapasitas tempat tidur di IGD sempat penuh.

“Mayoritas pasien yang mengalami gejala influenza yang dirawat adalah anak-anak,” kata Fauziah.

Menurut Fauziah, dalam sehari IGD RSI Ahmad Yani dapat menampung sekitar 22 pasien. Rumah sakit juga menyiapkan empat extra bed untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien.

“Sebagian besar pasien yang datang ke rumah sakit umumnya pasien influenza dengan gejala demam, pilek, batuk, hingga sesak napas,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Surabaya, angka 40.539 kasus merupakan akumulasi kasus sejak Januari hingga Agustus 2026, berdasarkan laporan dari puskesmas dan rumah sakit.

Billy mengatakan, kelompok usia yang banyak mengalami influenza berdasarkan data Dinkes secara umum justru adalah orang dewasa. Sementara di RSI Ahmad Yani, pasien anak menjadi kelompok yang dominan di IGD.

“Lebih cenderung banyak ke dewasa,” kata Billy terkait data kasus secara umum di Surabaya. Ia menjelaskan, aktivitas dan mobilitas orang dewasa yang lebih tinggi menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan tingginya kasus pada kelompok tersebut.

Untuk mencegah penularan, Dinkes Surabaya mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika berada di tempat ramai, menjaga daya tahan tubuh dan mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan. Vaksin influenza juga tersedia di puskesmas.

Billy menegaskan, influenza yang saat ini beredar memiliki tingkat fatalitas yang rendah dan berbeda dengan COVID-19.

“Kasus ini seperti flu biasa, tidak menimbulkan kejadian atau fatality rate-nya tidak tinggi seperti COVID-19. Jadi masyarakat sebaiknya tetap tenang,” ujarnya.

Ia juga mengimbau warga yang mengalami gejala untuk tidak panik dan memeriksakan diri apabila keluhan berlanjut.

“Kalau memang ada gejala, jangan panik, segera periksa ke Puskesmas,” kata Billy.

Dengan jumlah kasus yang telah mencapai 40.539 hingga Agustus dan adanya peningkatan pada September, masyarakat tetap diminta menerapkan langkah pencegahan, terutama saat beraktivitas di tempat ramai atau tertutup. (Kris/mad)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *