Jadi Ajang Pemanasan PON, Turnamen Basket Salonpas Let’s Move CLS International Cup 2026 Tidak Hanya Andalkan Skill

Olahraga17 Dilihat

SURABAYA – Turnamen Salonpas Let’s Move CLS International Cup 2026 Series 2 berlangsung meriah dengan menghadirkan persaingan ketat antar klub bola basket dari Indonesia maupun luar negeri. Ajang yang digelar oleh Yayasan Cahaya Lestari Surabaya (CLS) ini tak hanya menjadi panggung unjuk kemampuan teknik, tetapi juga wadah pembentukan mental, strategi, komunikasi, dan kekompakan tim atlet muda.

Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan 80 tahun berdirinya CLS. Para peserta dari berbagai kelompok usia, mulai kategori usia (KU) 12 hingga KU 25, tampil maksimal demi memperebutkan piala dan medali bergengsi.

Pelatih Kepala Pelatda DKI Jakarta, Tondy, menyebut keikutsertaan timnya dalam turnamen tersebut bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan. Kompetisi ini juga menjadi kesempatan penting untuk membangun chemistry antarpemain yang dipersiapkan menghadapi ajang lebih besar.

“Pemain yang kami bawa terdiri atas siswa SMA hingga mahasiswa sesuai kategori usia. Turnamen seperti ini sangat penting untuk membangun chemistry dan mental bertanding. Setiap pertandingan menjadi bahan evaluasi agar mereka semakin siap menghadapi PON 2028,” ujarnya usai laga melawan NS Matrix Malaysia.

Menurut Tondy, bertanding menghadapi tim dari berbagai daerah dan negara memberikan pengalaman berharga bagi pemain untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus kemampuan beradaptasi di lapangan.

Ketua Yayasan Cahaya Lestari Surabaya (CLS), Ming Soedarmono, menegaskan bahwa bola basket bukan hanya soal kemampuan individu, tetapi juga bagaimana pemain mampu membangun kerja sama dalam tim.

“Komunikasi adalah kunci. Dari komunikasi, setiap pemain memahami peran masing-masing meskipun berasal dari usia yang berbeda. Itulah yang membuat tim menjadi solid di lapangan,” ujar pria yang akrab disapa Ko Ming tersebut, Rabu (1/7/2026).

Ko Ming mengaku bangga melihat perkembangan atlet binaan CLS. Menurutnya, penyelenggaraan turnamen secara rutin menjadi sarana evaluasi sekaligus membuka kesempatan bagi para pemain muda mendapatkan pengalaman bertanding di level yang lebih luas.

“Potensi mereka sangat besar. Kompetisi menjadi wadah untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan pertandingan. Karena itu, turnamen seperti ini penting digelar setiap tahun agar perkembangan mereka dapat terus dipantau,” tambahnya.

Kesuksesan penyelenggaraan Salonpas Let’s Move CLS International Cup 2026 Series 2 juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor, salah satunya Salonpas, yang menghadirkan layanan fisioterapi bagi para atlet usai pertandingan.

Fasilitas tersebut membantu pemain mengatasi keluhan pada otot maupun sendi akibat aktivitas fisik intens selama pertandingan.

“Saya merasa bagian pinggang jauh lebih lega setelah mendapatkan treatment. Tadi sempat mengalami benturan saat pertandingan,” ujar Steven, salah satu peserta turnamen.

Fisioterapis Salonpas, Rafi Akbar, menjelaskan bahwa area pinggang menjadi salah satu bagian yang sering mengalami keluhan, terutama pada atlet muda, akibat banyaknya gerakan melompat dan perubahan arah secara cepat.

“Area pinggang memang perlu mendapat perhatian. Sebelum bertanding, pemanasan harus dilakukan secara maksimal. Jika masih ada otot yang tegang, jangan dipaksakan bermain karena dapat meningkatkan risiko cedera,” jelasnya.

Melalui ajang internasional ini, para atlet muda tidak hanya mendapatkan pengalaman kompetisi, tetapi juga pembelajaran penting tentang menjaga kondisi fisik, membangun komunikasi, dan bekerja sama agar mampu tampil optimal di setiap pertandingan. (SAM)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *