IPSI Jatim Lantik Pengkab IPSI Kabupaten Malang, Langsung Bidik 10 Emas Porprov 2027

Bupati Sanusi: Pesilat Harus Berkarakter!

Olahraga91 Dilihat

MALANG  Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang masa bakti 2026–2030 yang dilakukan Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Jawa Timur di NK Cafe, Malang, Sabtu (4/7).

Dalam sambutannya, Bupati Malang  Drs. H. M. Sanusi yang hadir dalam acara pelantikan mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus baru dan berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Selamat mengemban tugas. Saya titip, bina atlet dan lingkungannya dengan baik. Karena pencak silat tidak hanya olahraga, tetapi juga pembinaan mental. Insan pencak silat tidak boleh arogan,” tegas Sanusi.

Ia mengisahkan pengalaman pribadinya menekuni pencak silat sejak muda. Menurutnya, jika dahulu pencak silat lebih berfungsi sebagai bekal mempertahankan diri, kini nilai utamanya adalah membentuk karakter dan kepercayaan diri.

“Dulu pencak silat itu untuk memperisai diri. Sekarang lebih kepada pembentukan karakter karena mampu menumbuhkan rasa percaya diri,” ujarnya.

Sanusi mengaku pernah mempelajari berbagai jurus dan ilmu bela diri, namun seluruhnya dipelajari bukan untuk mencari permusuhan, melainkan sebagai sarana menjaga diri.

“Saya tidak pernah takut kepada apa pun selain kepada Sang Khalik. Itulah makna pembentukan karakter yang sesungguhnya,” katanya.

Ketua Pengkab IPSI Kabupaten Malang, Zia’Ulhaq, yang dilantik oleh Ketua Harian Pengprov IPSI Jawa Timur Hoslih Abdullah mewakili Ketua Umum Pengprov IPSI Jatim Ir. H. Bambang Harjo Soekartono, M.I.Pol., menegaskan tiga komitmen utama kepengurusan yang dipimpinnya.

Komitmen pertama adalah guyub, yakni menyatukan seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Malang.

“Beda baju boleh, tetapi ketika memakai lambang IPSI kita hanya punya satu tujuan, yakni menjadi yang terbaik dan meraih prestasi tertinggi di Porprov,” ujarnya.

Komitmen kedua adalah prestasi. Pengkab IPSI Kabupaten Malang menargetkan raihan 10 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang.

“Target kami merebut 10 emas di Porprov Jatim. Karena itu pembinaan atlet usia dini harus diperkuat sebagai bukti kualitas pembinaan pencak silat Kabupaten Malang,” katanya.

Komitmen ketiga adalah karakter, yakni mencetak pesilat dan pendekar yang berakhlakul karimah.

“IPSI bukan tempat mencetak pendekar arogan, tetapi melahirkan pendekar yang berkarakter,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zia’Ulhaq juga meminta dukungan hibah dari KONI Kabupaten Malang agar pembinaan atlet dapat berlangsung secara berkelanjutan. Selain itu, ia mengusulkan agar pencak silat masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah untuk memperluas pembinaan atlet usia dini.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov IPSI Jawa Timur, Hoslih Abdullah, memaparkan sejumlah program pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Di antaranya mengirimkan atlet juara Kejuaraan Provinsi serta atlet Puslatda Mandiri mengikuti Indonesian Open pada Agustus mendatang sebagai ajang uji coba, kemudian dilanjutkan Kejuaraan Provinsi Piala Gubernur Jawa Timur pada Oktober.

Hoslih juga menyoroti persaingan menuju Porprov. Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki potensi besar untuk mengejar prestasi Kota Surabaya.

“Porprov lalu Kabupaten Malang meraih tiga emas dan tiga perak, sedangkan Surabaya lima emas. Kalau ingin mengejar Surabaya, seluruh perguruan harus dirangkul dan pembinaan harus lebih serius,” ujarnya.

Ia berharap KONI Kabupaten Malang memberikan perhatian lebih terhadap pencak silat.

“Pencak silat adalah satu-satunya cabang olahraga yang merupakan warisan budaya bangsa. Karena itu kami berharap mendapat perhatian khusus dalam pembinaan,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Malang yang juga Ketua KONI Kabupaten Malang, H. Darmadi, S.Sos., menyatakan siap mendukung peningkatan prestasi IPSI Kabupaten Malang.

“Kami berharap IPSI Kabupaten Malang terus berkembang dan mampu mencetak prestasi yang semakin membanggakan,” ujarnya.

Darmadi mengungkapkan, Bupati Malang menargetkan Kabupaten Malang menjadi juara umum kedua pada Porprov Jawa Timur 2027.

“Pak Bupati menargetkan Kabupaten Malang menjadi juara umum kedua. Target itu setara dengan juara umum karena Porprov mendatang Surabaya menjadi tuan rumah sehingga sangat sulit digeser dari posisi puncak,” jelasnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Darmadi berharap dukungan anggaran pembinaan olahraga dapat ditingkatkan sehingga seluruh cabang olahraga, termasuk pencak silat, mampu memberikan kontribusi maksimal bagi Kabupaten Malang pada Porprov Jawa Timur 2027. TOM

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *