Imigrasi Jatim Terapkan Seamless Corridor, 378 Jemaah Haji Diproses Kurang dari 40 Menit

Berita, HAJI 2026378 Dilihat

 

Surabaya – Proses kedatangan jemaah haji di Asrama Haji Debarkasi Surabaya kini berlangsung lebih cepat dan modern. Untuk pertama kalinya, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur menerapkan teknologi Seamless Corridor berbasis pemindaian iris mata saat kedatangan Kloter 1 asal Kabupaten Probolinggo, Senin (1/6) malam.

Melalui sistem ini, jemaah tidak lagi harus menjalani pemeriksaan paspor secara manual. Mereka cukup berjalan melewati koridor khusus sambil mengarahkan pandangan ke kamera pemindai iris mata. Seluruh data identitas dan perlintasan akan terverifikasi secara otomatis dalam sistem keimigrasian.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, mengatakan penerapan teknologi tersebut mampu memangkas waktu pemeriksaan secara signifikan.

“Sebanyak 378 jemaah haji berhasil diproses dalam waktu kurang dari 40 menit. Jika dilakukan secara manual, proses yang sama bisa memakan waktu antara dua hingga tiga jam,” ujar Novianto.

Menurutnya, Seamless Corridor menggunakan teknologi biometrik berbasis iris mata dengan tingkat akurasi mencapai 99,9 persen. Dari ratusan jemaah yang diperiksa, hanya dua hingga tiga orang yang memerlukan pemeriksaan manual karena data biometrik mereka tidak terekam secara sempurna.

“Teknologi ini memungkinkan proses pemeriksaan berlangsung lebih cepat, akurat, dan tetap menjaga aspek keamanan dalam pemeriksaan keimigrasian,” katanya.

Penerapan sistem tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir menyambut langsung kedatangan jemaah haji kloter pertama di Asrama Haji Debarkasi Surabaya.

Khofifah menilai inovasi tersebut menjadi terobosan penting dalam pelayanan debarkasi haji karena mampu mengurangi antrean dan mempercepat proses kepulangan jemaah setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci.

“Ini merupakan langkah maju dalam pelayanan kepada jemaah haji. Dengan sistem yang lebih cepat dan praktis, jemaah bisa segera melanjutkan proses kepulangan tanpa harus menunggu terlalu lama,” ujar Khofifah.

Selain mempercepat proses kedatangan, penerapan Seamless Corridor juga menjadi bagian dari transformasi digital layanan keimigrasian yang terus dikembangkan pemerintah. Sistem ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih efisien, aman, dan nyaman bagi jemaah haji yang kembali ke Indonesia.

Kedatangan Kloter 1 asal Probolinggo sekaligus menandai dimulainya proses pemulangan jemaah haji Jawa Timur dari Arab Saudi melalui Debarkasi Surabaya. (Kris/tom)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *