Hattrick Juara PON, POSSI Jatim Tegaskan Kunci Prestasi Ada pada Puslatda Berkelanjutan

Olahraga40 Dilihat

Surabaya, 2 Agustus 2026 – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur menegaskan bahwa keberhasilan cabang olahraga selam mencetak hattrick juara umum pada tiga Pekan Olahraga Nasional (PON) berturut-turut merupakan buah dari sistem pembinaan jangka panjang melalui Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) yang dilaksanakan secara konsisten, terukur, dan berkesinambungan.

Ketua Umum Pengprov POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, mengatakan prestasi di ajang multi-event nasional tidak dapat diraih secara instan menjelang pelaksanaan PON. Menurutnya, kesuksesan tersebut merupakan hasil akumulasi proses latihan yang disiplin selama bertahun-tahun.

“Medali diraih saat PON, tetapi juara dibentuk setiap hari selama Puslatda,” ujar Mirza.

Ia menjelaskan, Puslatda yang ideal harus memiliki program latihan yang terukur, dilaksanakan secara rutin setiap hari, disertai evaluasi berkala, serta didukung uji coba dan kompetisi sebagai tolok ukur perkembangan kemampuan atlet.

“Prestasi di PON merupakan akumulasi dari ribuan jam latihan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan target dan evaluasi yang jelas pada setiap tahap,” katanya.

Mirza mencontohkan, pada persiapan PON sebelumnya, Puslatda selam Jawa Timur dipusatkan di Kolam Renang Saigon, Pasuruan. Selama pelaksanaan Puslatda, seluruh kebutuhan atlet dan pelatih dipenuhi secara menyeluruh, mulai dari fasilitas latihan, sewa kolam, akomodasi, konsumsi dan asupan gizi, peralatan latihan, transportasi, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi faktor penting agar atlet dan pelatih dapat menjalankan program latihan secara maksimal tanpa terganggu persoalan di luar pembinaan.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi atlet senior yang telah berkeluarga. Selain dituntut menjaga performa, mereka juga harus memikirkan kebutuhan ekonomi keluarga sehingga diperlukan dukungan yang memadai selama menjalani Puslatda.

“Bagi atlet yang telah berkeluarga, tantangannya bukan hanya meningkatkan performa untuk meraih prestasi, tetapi juga memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi. Dalam kondisi seperti itu, atlet sering dihadapkan pada pilihan antara menjaga fokus latihan atau membagi perhatian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena itu, Puslatda memerlukan dukungan yang komprehensif agar atlet dan pelatih dapat berkonsentrasi penuh menjalankan program latihan,” ujarnya.

Mirza menegaskan, mempertahankan dominasi Jawa Timur di cabang olahraga selam tidak hanya bergantung pada kualitas atlet dan pelatih, tetapi juga pada keberlangsungan sistem pembinaan yang memberikan kepastian selama proses latihan berlangsung.

“Juara tidak dibentuk pada hari pertandingan. Juara dibentuk setiap hari ketika atlet datang berlatih, menjalankan program dengan disiplin, dan memiliki ketenangan untuk fokus mengejar prestasi,” pungkasnya. (Tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *