Gandeng DLU dan Gapasdap,  BHS Lepas 12 Truk Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Berita, Nasional367 Dilihat

SURABAYA — Kepedulian terhadap warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) bersama sejumlah mitra dengan menggalang dan mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Sebanyak 12 truk bantuan diberangkatkan dari Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (21/8/2026) petang. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, NTT, yang hingga kini masih membutuhkan dukungan.

Dalam pengiriman bantuan ini, BHS menggandeng Dharma Lautan Utama (DLU), GAPASDAP, serta sejumlah mitra lainnya.

“Kita berupaya membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT, khususnya masyarakat di Nagekeo yang masih membutuhkan bantuan,” ujar BHS.

Beragam kebutuhan dikirim dalam bantuan tersebut, mulai dari susu, obat-obatan, kebutuhan ibu dan anak, selimut, genset, kabel, hingga berbagai kebutuhan logistik lainnya.

Menurut BHS, bantuan dikumpulkan berdasarkan hasil koordinasi dengan posko bencana dan masyarakat di wilayah terdampak. Langkah itu dilakukan agar bantuan yang dikirim benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Kita berkoordinasi langsung dengan posko bencana dan masyarakat di lokasi, sehingga bantuan yang kita kumpulkan memang disesuaikan dengan kebutuhan mereka,” tegasnya.

Bantuan dari Surabaya tersebut diperuntukkan bagi lebih dari seribu kepala keluarga yang terdampak gempa. Namun, BHS menegaskan, penanganan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan makanan dan logistik.

“Yang kita perhatikan bukan hanya kebutuhan logistik, tetapi juga bagaimana kondisi masyarakat setelah mengalami bencana,” imbuhnya.

Perhatian khusus diberikan terhadap kondisi psikologis para korban, terutama anak-anak. BHS mendorong pemerintah pusat dan daerah segera mengerahkan tenaga trauma healing ke wilayah terdampak bencana.

“Kita berharap pemerintah segera mengirimkan tenaga trauma healing, terutama untuk anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana,” terangnya.

BHS menilai sejumlah sumber daya yang tersedia di daerah dapat dilibatkan dalam proses pemulihan psikologis masyarakat, termasuk kepolisian, rumah sakit, serta tenaga pendamping lainnya.

“Sumber daya di daerah sebenarnya bisa dilibatkan, baik dari kepolisian, rumah sakit maupun tenaga pendamping lainnya untuk membantu pemulihan psikologis warga,” paparnya.

Melalui pengiriman 12 truk bantuan tersebut, BHS berharap bantuan dari Surabaya dapat segera tiba dan diterima masyarakat Nagekeo serta wilayah lain yang terdampak gempa di NTT.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa segera sampai dan diterima masyarakat yang membutuhkan, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” tukasnya.

Selain memenuhi kebutuhan dasar, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemulihan masyarakat NTT agar segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan pascabencana. (KRIS/TOM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *