Dibanjiri Ribuan Peserta, HGI Sukses Gelar Turnamen  Domino Berhadiah Rp 200 Juta di Surabaya

Berita, Olahraga314 Dilihat
SURABAYA –Higgs Games Island (HGI) kembali mencatatkan kesuksesan besar dalam menggelar turnamen domino berskala nasional di Surabaya.Ajang yang berlangsung selama dua hari, 18 hingga 19 April 2026 di Grand City Mall ini tidak hanya menyedot ribuan peserta, tetapi juga mempertegas posisi domino sebagai mind sport atau olahraga pikiran yang kian diakui secara luas.

Bersama PORDI, KONI Jawa Timur, serta didukung IESPA, HGI menghadirkan turnamen domino profesional dengan standar nasional. Sebanyak 768 pasangan atau lebih dari 1.536 peserta dari 27 provinsi di Indonesia turut ambil bagian dalam kompetisi ini.

Dengan total hadiah mencapai Rp200 juta, turnamen ini digelar menggunakan sistem kompetisi yang terstruktur dan profesional. Kehadiran ribuan peserta menjadi bukti bahwa domino tidak lagi dipandang sebagai sekadar permainan hiburan, melainkan telah berkembang menjadi olahraga strategi berbasis kemampuan berpikir, analisis, dan pengambilan keputusan.

Perwakilan HGI, Rey, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan turnamen ini sekaligus menegaskan arah pengembangan domino ke depan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas keberhasilan terselenggaranya turnamen domino profesional HGI di Surabaya ini. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pemerintah Kota Surabaya, KONI Jawa Timur, PB PORDI, IESPA, serta UMKM lokal dan seluruh peserta dari 27 provinsi,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, turnamen ini menjadi momentum penting dalam mengubah persepsi masyarakat terhadap domino sebagai mind sport yang kredibel.

“Melalui turnamen besar seperti ini, kami ingin menegaskan bahwa domino memiliki fondasi kuat untuk berkembang sebagai olahraga yang kredibel dan layak mendapat pengakuan resmi. Ini bukan lagi sekadar hiburan, tetapi sudah menjadi olahraga pikiran dengan sistem, aturan, dan kompetisi yang jelas,” tambahnya.

Kesuksesan di Surabaya melanjutkan capaian HGI sebelumnya di Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, yang diikuti lebih dari 3.000 peserta. Ke depan, rangkaian turnamen ini akan berlanjut ke Padang dan Bekasi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kompetisi domino nasional yang berkelanjutan.

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, dalam sambutan virtualnya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan turnamen ini.

“Saya berharap ajang ini memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya dalam pembinaan atlet domino yang mampu mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya., Sabtu (19/04/2026).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menilai turnamen ini memperkuat
legitimasi domino sebagai olahraga pikiran yang terstruktur.

“Olahraga domino ini yang mempunyai induk organisasi mulai dari pusat, provinsi, kota/kabupaten, ini merupakan suatu olahraga yang bisa dipertanggungjawabkan, bisa diikuti oleh semuanya,” katanya.

Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung disebut mampu meningkatkan aktivitas UMKM hingga sektor perhotelan.

“UMKM mendapatkan manfaat langsung dari meningkatnya jumlah pengunjung, dan sektor perhotelan juga ikut terdorong dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah,” ucapnya.

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa ajang ini menjadi wadah penting untuk menjaring atlet potensial.

“Ini bukan sekadar event, tetapi ruang untuk mengakomodasi potensi yang selama ini belum tersalurkan secara optimal,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa transformasi domino menjadi olahraga telah melalui pembinaan terstruktur, sekaligus memastikan permainan domino yang dikembangkan memenuhi prinsip-prinsip yang sesuai dengan ketentuan kehalalan.

Ia menjelaskan, permainan domino dalam ekosistem yang dibangun bersama HGI telah memenuhi sejumlah syarat penting, di antaranya tidak mengandung unsur perjudian, tidak ada taruhan uang antar pemain, tidak menimbulkan kemudharatan, serta dimainkan dalam kerangka olahraga dan kompetisi resmi yang mengedepankan sportifitas.

“Melalui PORDI kami menyusun aturan yang tegas. Domino yang dikembangkan saat ini berada dalam koridor olahraga. Tidak ada unsur judi, tidak ada taruhan, dan seluruh sistem permainan diarahkan pada kompetisi yang sehat dan sportif. Ini menjadi bagian dari upaya kami memastikan bahwa domino sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat,” ujarnya.

Ajang ini juga meninggalkan kesan positif bagi para peserta. Marlina, peserta wanita asal Samarinda, Kalimantan Timur, mengaku puas dengan profesionalisme penyelenggaraan turnamen.

“Saya sudah ikut banyak turnamen, tapi yang di Surabaya ini sangat profesional. Domino itu mengajarkan strategi, sportifitas, dan pengambilan keputusan, yang juga relevan dalam dunia usaha,” ujarnya.

Tak hanya peserta, pelaku UMKM juga merasakan manfaat langsung. Ahmad, pedagang minuman di lokasi acara, mengaku omzetnya meningkat hingga 100 persen selama turnamen berlangsung.

“Alhamdulillah, pendapatan saya meningkat drastis selama event ini,” ucapnya. (Fon/tom)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *