Argentina Susah Payah Pulangkan Tanjung Verde

Berita, Olahraga285 Dilihat

INFOGARUDA.COM-Tanjung Verde justru meninggalkan panggung terbesar sepak bola dunia dengan kepala tegak setelah memaksa juara bertahan Argentina bekerja keras hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya menyerah 2-3 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Florida, Sabtu (4/7/2026pagi ) WIB.

Sejak menit pertama, Tanjung Verde tampil tanpa rasa gentar menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi. Ryan Mendes bahkan lebih dulu mengancam gawang Emiliano Martinez, memberi sinyal bahwa mereka tidak datang hanya untuk bertahan.

Argentina memang sempat memimpin melalui gol indah Messi pada babak pertama. Namun, Tanjung Verde menolak menyerah. Mereka bangkit pada babak kedua ketika Deroy Duarte melepaskan tembakan keras dari sudut sempit untuk menyamakan kedudukan sekaligus mencetak gol pertama negaranya di fase gugur Piala Dunia.

ol tersebut membuat mimpi besar mulai terasa nyata. Selama beberapa menit, juara dunia berada di bawah tekanan tim yang beberapa tahun lalu bahkan belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia.

Penampilan gemilang kiper veteran Vozinha menjadi salah satu kisah paling mengesankan. Berkali-kali ia menggagalkan peluang Messi, termasuk penyelamatan luar biasa terhadap tendangan bebas dan peluang emas dari jarak dekat yang nyaris membawa Argentina kembali unggul pada waktu normal.

Ketangguhan pertahanan dan disiplin permainan membuat Tanjung Verde berhasil memaksa Argentina memainkan babak perpanjangan waktu.

Drama terus berlanjut pada extra time. Lisandro Martinez membawa Argentina kembali unggul, tetapi Blue Sharks kembali menunjukkan karakter mereka. Sidny Lopes Cabral mencetak gol spektakuler dari sudut sempit yang melengkung indah ke pojok gawang, membuat skor kembali imbang 2-2 dan membuat publik stadion terpukau.

ARgentina kembali unggul, kali ini Cristian Romero menyundul bola hasil sepak pojok Lionel Messi untuk membuat skor 3-2. Bahkan setelah kembali tertinggal, Tanjung Verde masih terus menyerang hingga detik-detik akhir. Tim dari negara yang hanya berpenduduk sekitar 500 ribuan ini hampir memaksa adu penalti andaikan tendangan bebas Lopes Cabral tidak digagalkan Martinez.

Perjalanan Blue Sharks berakhir, tapi tim dan para pemainnya akan menjadi buah bibir bahkan setelah Piala Dunia 2026 usai. Sukses menahan Spanyol di fase grup, menyingkirkan Uruguay, tidak terkalahkan sepanjang penyisihan, lalu hampir saja membuat juara bertahan tersungkur di babak gugur.

Negeri kecil yang selama puluhan tahun hanya menjadi penonton menunjukkan mampu berdiri sejajar dengan kekuatan-kekuatan besar sepak bola dunia.Argentina memang berhak melangkah ke babak 16 besar untuk menghadapi Mesir. Namun, kiprah Tanjung Verde bakal dikenang. @

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *