7 Hari Hilang, Jemaah Haji Indonesia  Ditemukan Meninggal di Makkah

Berita, HAJI 2026356 Dilihat

MAKKAH: Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad Firdaus (72), jemaah haji Indonesia asal Kloter JKG-27 yang sebelumnya dilaporkan hilang di Makkah,  Arab Saudi.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Afandi, mengatakan proses pencarian terhadap Muhammad Firdaus telah menemukan titik terang setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak di Arab Saudi.

“Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat,”kata Hasan dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2026.

Atas peristiwa tersebut, Hasan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan berharap Muhammad Firdaus mendapat rahmat serta ampunan dari Allah SWT.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,”ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit, petugas haji, hingga masyarakat Indonesia yang turut membantu dan mendoakan selama proses pencarian berlangsung.

Menurut Hasan, pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan pelaksanaan badal haji bagi almarhum yang nantinya dilakukan oleh petugas haji.

“Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum,” jelasnya.

Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan pentingnya kepedulian antarsesama jemaah, terutama terhadap jemaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Hasan meminta jemaah maupun petugas lebih peka apabila melihat jemaah berjalan sendiri, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.

“Bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter,” imbaunya.

Ia menegaskan agar jemaah yang membutuhkan perhatian khusus tidak dibiarkan berjalan sendiri tanpa pendampingan.

“Jangan biarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jemaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” tegasnya.

Hasan juga mengimbau para jemaah untuk tidak ragu meminta bantuan kepada petugas haji Indonesia selama berada di Tanah Suci.

“Bagi jemaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan menyampaikan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama berada di Tanah Suci,” pungkasnya.@

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *