“Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan, terutama terkait pengelolaan kesehatan jemaah agar angka kematian dapat ditekan lebih rendah lagi pada masa mendatang,” katanya.
Selain mencatat penurunan angka kematian, Dahnil juga menyebut pelaksanaan Armuzna tahun ini berjalan lebih tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh jemaah berhasil diberangkatkan ke Arafah sesuai jadwal tanpa keterlambatan yang berarti.
Proses pergerakan jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah hingga Mina juga berlangsung lebih lancar. Bahkan, kawasan Muzdalifah telah bersih dari jemaah pada pagi hari sekitar pukul 06.30 waktu setempat, jauh lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, pihaknya masih menemukan sejumlah persoalan terkait kedisiplinan jemaah dan tata kelola penempatan di tenda Arafah maupun Mina. Beberapa upaya penertiban, termasuk pemasangan daftar nama penghuni tenda, terkadang terganggu karena adanya pihak yang mencopot informasi tersebut sehingga menyulitkan pengaturan jemaah.
Di Muzdalifah, tantangan lain yang masih perlu diperbaiki adalah kedisiplinan dalam mengikuti antrean keberangkatan menuju Mina, termasuk mengantisipasi berbagai provokasi yang dapat memicu ketidaktertiban di lapangan.
Untuk itu, Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen memperkuat koordinasi serta meningkatkan ketegasan petugas dalam menjaga ketertiban selama pelaksanaan puncak ibadah haji pada tahun-tahun mendatang. (Tom)















