Wushu Popda Jatim 2026: Emas Surabaya Tergerus, Kediri Curi 1 Emas, Sidoarjo Kebagian 2 Perunggu

Berita, Olahraga48 Dilihat

SURABAYA – Kontingen Kota Surabaya tampil dominan pada hari pertama  cabang olahraga wushu Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur 2026. Tampil di Gedung Da Sheng Yundong Guan, Kenjeran, Selasa (3/11/2026), atlet Kota Pahlawan mengoleksi 2 medali emas dari lima nomor taolu yang dipertandingkan.

Sementara dua atlet Surabaya yang meraih poin tertinggi di dua nomer  hanya dihitung medali perak karena hanya diikuti dua peserta. Satu medali emas lainnya menjadi milik Kota Kediri melalui Kezia Nathania Setiawan. Sedangkan Sidoarjo  untuk sementara harus puas dengan 2 medali erunggu

Dominasi Surabaya terlihat  di nomor Taolu Nanquan dan Nangun Putra. Aaron Hanjaya Tios sukses merebut medali emas dengan nilai 9,256. Posisi kedua ditempati Aryasatya Haydar Admaja dari Kabupaten Jember dengan nilai 9,220, sedangkan perunggu menjadi milik Praghiamada Natrabana dari Kabupaten Sidoarjo dengan nilai 9,196.

KHANSA JUNDI FADHILAH

Di nomor Taijiquan dan Taijijian Putri, Agatha Natania Sugiyanto semakin menegaskan kekuatan Surabaya. Ia meraih medali emas dengan nilai tertinggi 9,366. Earl Elliora Sahasika Urdha menyusul di posisi kedua dengan nilai 9,210, sedangkan Khansa Jundi Fadhilah dari Kabupaten Sidoarjo membawa pulang perunggu dengan nilai 9,056.

Sementara itu, pada nomor Taolu Nanquan dan Nandao Putri, medali emas berhasil direbut Kezia Nathania Setiawan dari Kota Kediri dengan nilai 9,150. Atlet Surabaya, Clara Abigail, meraih perak dengan nilai 9,103, disusul Afiqah Inayah Putri Rusli yang memperoleh perunggu dengan nilai 8,996.

 

Sementara di dua nomer taulo lainnya, tidak memperebutkan medali emas, namun hanya perak dan perunggu karane cuma  diikuti dua peserta.  Pada nomor Taolu Taijiquan dan Taijijian Putra. Raoul Maliq Jarvis tampil sebagai peraih perak  setelah mencatatkan nilai 9,190. Rekannya, Marc Frederick Gerald Jovia al, mendulang perunggu dengan nilai 8,713.

Pada nomor Taolu Changquan Putri juga tidak memperebutkan emas karena hanya dua peserta.  Atlet Surabaya  Vini Nur Azizah meraih perak dengan nilai 9,313, unggul atas rekan sekotanya, Piper Danielle Tirto, yang memperoleh nilai 9,213 dan harus puas dengan medali perunggu.

“Minimnya jumlah peserta dari daerah lai, seperti absennya kontingen dari Malang dan Kota Batu akibat kendala anggaran berdampak pada berkurangnya potensi perolehan medali emas. Jika dalam satu nomor pertandingan hanya diikuti oleh dua peserta, maka medali emas ditiadakan dan hanya memperebutkan perak serta perunggu, ” ujar  Ketua Pengkot WI Surabaya, Chriswanto Agus Hariono.   (TOM)
RAOUL MALIQ JARVIS
RAOUL MALIQ JARVIS
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *