SURABAYA – Proyek pembangunan saluran air (U-Ditch) senilai Rp99,555 juta di kawasan Gubeng Pojok Dalam, RW 4, Surabaya, ambles setelah diguyur hujan. Proyek yang bersumber dari Dana Kelurahan (Dakel) itu menuai sorotan warga lantaran banyak ditemukan kejanggalan di lapangan.
Berdasarkan pantauan awak media, pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh CV Pramesti Nawasena tersebut diduga minim pengawasan dan terkesan dikerjakan asal-asalan. Tanah bekas galian yang seharusnya dibuang keluar lokasi justru diuruk kembali di sela-sela pemasangan U-Ditch.
Selain itu, posisi saluran tampak tidak sejajar atau berbelok seperti ular. Beberapa sambungan antar-U-Ditch juga terlihat renggang, dan urugan di atas tutup saluran tidak diberi alas. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat lumpur dan pasir mudah masuk ke dalam saluran sehingga menghambat aliran air.
Lebih memprihatinkan, para pekerja tampak tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Penerapan sistem manajemen keselamatan seperti SMK3, analisis risiko, maupun pengawasan teknis juga nyaris tidak terlihat di lokasi.
“Sudah saya ingatkan agar pekerja memakai K3 lengkap. Untuk urugan tanah bekas galian memang diperbolehkan,” ujar Lurah Ketabang saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. Namun, hingga kini pekerja di lapangan masih tampak mengabaikan aturan keselamatan tersebut.
Usai hujan deras mengguyur kawasan Gubeng pada Rabu (5/11/2025), tanah hasil urugan di sekitar proyek terlihat ambles dan meninggalkan lubang di beberapa titik. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Selain itu, masih terdapat beberapa segmen U-Ditch yang belum terpasang karena terhalang pipa bawah tanah, sehingga meninggalkan lubang terbuka yang berisiko bagi warga.
Warga berharap pihak kelurahan dan instansi terkait segera turun tangan menindaklanjuti dugaan pelanggaran spesifikasi dan pengabaian keselamatan kerja dalam proyek tersebut.
“Proyek ini pakai uang rakyat, seharusnya dikerjakan dengan benar dan diawasi ketat,” ujar salah satu warga setempat. Jer















