Umar Patek, Dari Peracik Bom ke Peracik Kopi, Seperti Apa Rasanya?

Berita262 Dilihat

Surabaya – Di tengah gerimis yang menyelimuti Surabaya, secangkir kopi spesial siap menghangatkan. Bukan kopi biasa, melainkan racikan kopi rempah buatan Umar Patek, eks narapidana teroris yang pernah terlibat dalam peristiwa Bom Bali I dan baru bebas pada Desember 2022 lalu. Kini, sosok yang dulu dikenal sebagai peracik bom bertransformasi menjadi barista dengan merk kopinya sendiri, Ramu Kopi.

Nama “Ramu” diambil dari nama sendiri yang dibaca dari belakang. Berlokasi di sudut dalam Hedon Estate Cafe, Jalan Ngagel Timur, Surabaya, kedai ini menyajikan kopi rempah resep turun temurun dari ibundanya, menjadi primadona yang banyak dicari.

Meskipun tampang sangarnya masih terlihat, kesan itu sirna seketika saat Umar mengoperasikan mesin pres kopi dengan piawai. Banyak yang tak menyangka, sosok yang pernah membuat khawatir kini dengan hati-hati menyajikan secangkir kopi yang nikmat.

Fernando, salah satu pelanggan yang datang jauh dari Jakarta hanya untuk mencoba kopinya, mengaku sempat ragu pada awalnya. “Awalnya saya memang sempat takut karena pernah dengar tentang masa lalunya. Tapi ketika langsung berinteraksi dan memesan kopinya, ternyata beliau orang yang baik dan ramah sekali,” ucap Fernando dengan senyum.

Selain kopi rempah andalan, Ramu Kopi juga menyediakan variasi lain seperti Robusta Tubruk dan Arabica Ijen Banyuwangi yang tak kalah nikmat.

Saat ditemui, Umar Patek menjelaskan bahwa racikan kopi rempahnya 100 persen berasal dari resep turun temurun yang dulu sering disajikan untuk keluarga. “Kopi rempah ini saya racik dari rempah-rempah pilihan asli Nusantara, dan saya klaim sangat aman bahkan untuk penderita asam lambung,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan harapannya agar stigma terhadap eks narapidana bisa perlahan sirna. “Saya sudah kembali ke jalan yang benar, mengakui Pancasila sebagai ideologi. Semoga dengan usaha ini, saya bisa menginspirasi eks narapidana lainnya untuk bangkit dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Keberhasilan Umar dalam dunia bisnis kopi tak lepas dari dukungan David Andreasmito, seorang pengusaha di Surabaya yang memberikan tempat dan kesempatan baginya. Padahal saat awal memutuskan bekerja sama, banyak pihak yang menganggapnya salah. “Saya percaya bahwa setiap orang punya kesempatan untuk berubah. Umar sudah menjalani hukuman dan menunjukkan kesediaannya untuk hidup baru itu alasan saya mau memberinya kesempatan,” jelas David.

Secangkir kopi rempah buatan Umar Patek dibanderol dengan harga 35 ribu rupiah saja. Bagi yang ingin menyeduh sendiri di rumah, juga tersedia paket bubuk kemasan 200 gram dengan harga 120 ribu rupiah. Tak hanya menikmati rasa, pelanggan juga bisa mendengar cerita perjalanan hidupnya selama bersantai di kedai.

Siapa tahu, Anda juga ingin merasakan sensasi kopi rempah khas Ramu Kopi? (kris/tom)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *