Ukir Rekor MURI di Hari Yoga Internasional, Unesa Libatkan Peserta Disabilitas Terbanyak!

Berita, Pendidikan233 Dilihat

SURABAYA: Lapangan Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus II Lidah Wetan dipadati sekitar 3.000 peserta yang mengikuti yoga bersama dalam rangka memperingati International Yoga Day atau Hari Yoga Internasional, Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang melibatkan lebih dari 150 penyandang disabilitas itu mengantarkan Unesa meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Mengusung tema “Guiding Synchronized Gathering of Thousands Through A Unified Body-Mind Journey”, kegiatan diselenggarakan atas kerja sama Unesa dengan Kedutaan Besar India melalui Konsul Kehormatan India di Surabaya. Acara juga menghadirkan aktor sekaligus instruktur yoga nasional, Anjasmara Prasetya.

Penghargaan MURI diberikan atas rekor pelaksanaan yoga dengan peserta penyandang disabilitas terbanyak di lingkungan institusi pendidikan. Capaian tersebut menjadi wujud komitmen Unesa dalam menghadirkan ruang olahraga yang inklusif, setara, dan dapat diakses seluruh kalangan.

Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, mengatakan kegiatan ini selaras dengan tiga keunggulan yang dimiliki Unesa, yakni bidang olahraga, seni, dan disabilitas. Melalui kegiatan tersebut, kampus ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. “Tidak ada jarak antara disabilitas dan non-disabilitas. Dan akhirnya kita buktikan bersama Mas Anjasmara yang luar biasa memberikan gerakan yang memang bisa dilakukan oleh anak-anak disabilitas,” ujarnya.

Instruktur yoga Anjasmara Prasetya menjelaskan seluruh gerakan yang dipraktikkan telah mengikuti standar protokol yoga yang ditetapkan Pemerintah India. Menurutnya, rangkaian gerakan tersebut aman, mudah dilakukan, namun tetap memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh sehingga dapat diikuti oleh berbagai kalangan.

Ia menyebut yoga mampu membantu meningkatkan metabolisme tubuh, melancarkan peredaran darah, meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh, sekaligus mengurangi ketegangan sehingga tubuh menjadi lebih rileks. Perwakilan MURI, Almy Birama, mengapresiasi langkah Unesa yang menghadirkan kegiatan olahraga inklusif dengan melibatkan penyandang disabilitas dalam jumlah besar.

“Untuk di lingkungan institusi pendidikan, yoga dengan peserta terbanyak melibatkan peserta disabilitas ini merupakan yang pertama, dan kami mengapresiasi semangat dan tujuan baiknya dalam merangkul semua,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, menyampaikan apresiasi kepada Unesa atas penyelenggaraan International Yoga Day yang dinilai membawa pesan penting mengenai inklusivitas yoga.

Menurutnya, kegiatan di Surabaya menunjukkan kepada dunia bahwa yoga merupakan olahraga yang dapat diikuti oleh semua orang tanpa memandang kondisi fisik. “Pesan yang datang dari Surabaya hari ini bahwa yoga juga untuk orang disabilitas. Saya yakin ini pesan yang sangat penting bagi dunia,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Unesa, Duta Besar India untuk Indonesia, Konsul Kehormatan India di Surabaya, Perkumpulan Praktisi Yoga Nasional Indonesia (PPYNI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Pengurus Provinsi Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jawa Timur, serta sejumlah mitra dan tamu undangan lainnya.

Dengan torehan rekor MURI tersebut, Unesa tidak hanya mencatat prestasi, tetapi juga mengukuhkan pesan besar: olahraga adalah milik semua, dan inklusivitas menjadi kekuatan untuk bergerak bersama. (tom)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *