TNI AL Distribusikan Bantuan dan Buka Rumah Sakit Lapangan untuk Korban Gempa di Manggarai

Nasional88 Dilihat

 

Manggarai NTT — TNI Angkatan Laut bergerak cepat membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Bantuan dikirim melalui jalur laut menggunakan KRI dr. Soeharso-990 dan KRI Bung Hatta-370, membawa logistik, personel, alat berat, hingga fasilitas kesehatan lapangan.

KRI dr. Soeharso-990 dari Satuan Kapal Bantu Koarmada II tiba di Pelabuhan Reo pada Jumat, 21 Agustus 2026. Setibanya di pelabuhan, proses debarkasi bantuan langsung dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung penanganan bencana.

Pasukan Korps Marinir dari Pasmar-2 juga segera mendirikan Posko Penanggulangan Bencana Alam TNI AL di halaman SDK Kedindik, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reo. Posko tersebut dilengkapi rumah sakit lapangan dan dapur lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan serta memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., selaku Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL, memimpin langsung pendistribusian bantuan dan memastikan seluruh proses penanganan berjalan aman serta tepat sasaran.

“Kehadiran kami di sini adalah bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut untuk membantu pemerintah dalam penanganan bencana dan meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ujar Laksda TNI I G. P. Alit Jaya.

Selain menyalurkan bantuan logistik, KRI dr. Soeharso-990 juga difungsikan sebagai rumah sakit terapung untuk menangani warga yang membutuhkan pertolongan medis.

Dua warga yang mengalami dugaan patah tulang akibat tertimpa bangunan saat gempa langsung dievakuasi ke kapal rumah sakit tersebut. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap kedua korban. Salah satu pasien bahkan harus menjalani operasi pemasangan pen.

“Kami memastikan pelayanan kesehatan juga dapat diberikan kepada masyarakat terdampak. Mereka yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kami bawa ke KRI dr. Soeharso untuk mendapatkan pemeriksaan dan tindakan medis,” tegas Pangkoarmada II.

Sementara itu, bantuan TNI AL untuk korban gempa telah lebih dahulu tiba melalui KRI Bung Hatta-370 yang berada di bawah kendali operasi Guskamla Koarmada II pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Kapal tersebut membawa 1.150 paket sembako bantuan Presiden RI Prabowo Subianto serta 200 tenda keluarga dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.

Prajurit KRI Bung Hatta-370 di bawah komando Danguskamla Koarmada II Laksma TNI Edy Setyawan kemudian mendistribusikan bantuan ke tiga desa terdampak, yakni Desa Waso, Desa Robek, dan Desa Wangkung.

Pangkoarmada II juga meninjau langsung proses debarkasi bantuan dari KRI dr. Soeharso-990 serta Posko Gulbencal TNI AL di wilayah Kelurahan Wangkung. Peninjauan dilakukan untuk memastikan bantuan dan pelayanan yang diberikan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Kami akan terus memastikan bantuan yang dibawa melalui jalur laut ini dapat didistribusikan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang terdampak bencana,” tegasnya.

Dalam penanganan bencana di NTT, TNI AL mengerahkan lima unsur KRI dan dua helikopter. Pengerahan kekuatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penanggulangan sekaligus pemulihan pascagempa di wilayah terdampak.

Kehadiran Satgas Gulbencal TNI AL di Manggarai diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mempercepat pelayanan kesehatan, serta mendukung pemerintah dalam proses pemulihan wilayah yang terdampak gempa bumi. (Kris/tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *