Terpilih Aklamasi Pimpin PBJI Jatim, Eko Fokus PON 2028 dan Pembinaan Atlet

Olahraga140 Dilihat

SURABAYA — Eko Surcahyo resmi menjadi calon tunggal dalam bursa pemilihan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Jujitsu Indonesia (PBJI) Jawa Timur. Dukungan terhadap Eko datang dari arus bawah organisasi, mulai pengurus kabupaten/kota hingga pelatih dan atlet Puslatda Jatim.

Eko mengaku sejak awal tidak mencalonkan diri. Namun, derasnya dukungan dari insan jujitsu Jawa Timur membuat dirinya akhirnya bersedia maju sebagai calon ketua.

“Secara pribadi saya sebenarnya tidak mencalonkan diri. Namun, dukungan dari arus bawah insan jujitsu kabupaten dan kota sangat banyak. Bahkan pelatih dan atlet Puslatda sudah membuat surat pernyataan kesediaan. Dasar itulah yang akhirnya menjadikan saya sebagai calon tunggal,” ujar Eko saat ditemui wartawan.

Bagi Eko, pergantian kepemimpinan bukan persoalan utama. Yang lebih penting adalah memastikan roda organisasi tetap berjalan dengan arah yang jelas serta mampu membawa jujitsu Jawa Timur semakin berkembang.

Seleksi Atlet Harus Profesional dan Terbuka

Jika dipercaya memimpin PBJI Jatim, Eko menempatkan pembenahan organisasi dan pembinaan atlet sebagai salah satu prioritas utama.

Program kerja serta regulasi kejuaraan dan seleksi atlet akan ditata secara transparan. Menurutnya, sistem seleksi yang profesional dan terbuka menjadi kunci agar atlet-atlet potensial tetap mendapatkan ruang untuk berkembang.

“Kita harus buat seleksi yang profesional dan terbuka agar atlet-atlet berpotensi tidak lari ke mana-mana. Hal ini penting untuk mempertahankan tradisi Jawa Timur sebagai barometer jujitsu nasional dan internasional, sejalan dengan visi KONI yaitu menuju prestasi dunia,” tegasnya.

Eko menilai, Jawa Timur memiliki modal besar untuk mempertahankan status sebagai salah satu kekuatan utama jujitsu nasional. Karena itu, pembinaan tidak boleh hanya berorientasi pada kejuaraan, tetapi juga harus dibangun melalui sistem yang konsisten dan terukur.

Kawal Jujitsu Masuk PON 2028

Target besar lainnya adalah mengawal agar jujitsu resmi dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Sebelum itu, PBJI Jatim juga akan mempersiapkan atlet menghadapi PON Bela Diri 2027.

Eko optimistis peluang jujitsu tampil di PON 2028 cukup terbuka. Dari komunikasi yang telah dilakukan, sekitar 90 persen KONI daerah disebut telah memberikan dukungan terhadap keikutsertaan jujitsu.

“Proses ini kita tempuh baik secara prosedural maupun pendekatan komunikasi. 90 persen KONI daerah sudah clear dan setuju. Tinggal eksekusinya di KONI Pusat. Kami yakin karena Ketua KONI Jatim, Pak Nabil, serta tokoh-tokoh Jawa Timur sangat mendukung,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari jalur legislatif. Dewan Pembina Jujitsu Jatim, Bambang Haryo Soekartono (BHS), yang duduk di Komisi VII DPR RI, bersama jajaran DPRD Surabaya disebut siap membantu menjembatani komunikasi ke tingkat pusat.

“Jawa Timur adalah barometer Jujitsu Indonesia. Jika cabang olahraga lain bisa tampil di PON, kenapa kita tidak? Tugas utama pengurus baru adalah mengawal hal ini hingga tuntas,” tambah Eko.

Selain target PON, pembenahan regulasi kejuaraan dan program pembinaan jangka panjang akan menjadi agenda penting kepengurusan baru.

Seluruh rancangan program tersebut rencananya dibahas lebih mendalam melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Jujitsu Jatim yang dijadwalkan berlangsung pada awal tahun mendatang.

Bagi Eko, siapa pun yang nantinya memimpin PBJI Jatim bukanlah persoalan utama. Kepentingan organisasi, pembinaan atlet, serta masa depan jujitsu Jawa Timur harus tetap menjadi prioritas.

“Yang paling penting bukan siapa yang memimpin, tetapi bagaimana organisasi ini bisa terus berkembang dan membawa jujitsu Jawa Timur berprestasi lebih tinggi,” pungkasnya. (Tom)

title="banner 728x90" width="728" height="90"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *