Tancap Gas! Gabsi Jatim Gelar Tiga Kegiatan di Bulan November

Dari Pelatihan TD Nasional Hingga ToT Pelatih Bridge

Berita, Olahraga186 Dilihat

Surabaya. Pengurus Pengprov Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Jawa Timur masa bhakti 2025-2029 yang baru saja terbentuk langsung menggelar tiga kegiatan di Bulan November.  Mulai Pelatihan Tournament Director (TD) tingkat nasional, Training of Trainer (Tot) Pelatih dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2025.

Kegiatan Pelatihan Tournament Director (TD) tingkat nasional digelar mulai 12-13 November, kemudian Training of Trainer (Tot) Pelatih 14-15 November dan Kejurprov 13-16 November. Semua rangkaian kegiatan itu digelar di SMKN 6 Jl. Margorejo No.76 Surabaya.

Sekretaris Jenderal PB Gabsi Hery Maulana memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut, apalagi saat ini Indonesia kekurangan TD atau wasit, sehingga jika ada daerah yang menggelar kejuaraan selalu mendatangkan TD dari luar daerah.

“Kegiatan yang digelar oleh Gabsi Jatim ini sangat membantu PB Gabsi untuk melahirkan wasit-wasit yang berlisensi,” katanya saat ditemui di lokasi kegiatan, Kamis (13/11).

Hanya saja untuk bisa meraih lisensi itu tidak mudah, sebab sekitar 20 peserta dari beberapa provinsi itu akan menjalani tes. Jika nilainya di bawah 50 maka akan mendapat lisensi wasit tingkat kabupaten/kota, kemudian dibawah 70 lisensi tingkat provinsi dan diatas nilai 70 maka berhak mendapt lisensi wasit nasional.

“Mereka bisa mengupgrade kemampuannya untuk mengikuti pelatihan wasit, bahkan yang nasional bisa ditingkatkatnya menjadi internasional,” katanya.

Lebih lanjut Hery Maulana mengatakan, dengan adanya Kejurprov Jatim maka para peserta pelatihan TD bisa diberi kesempatan untuk menjadi wasit. “Saya berharap Pengurus Gabsi Jatim memberi kesempatan wasit yang sudah yang sudah ikut pelatihan untuk melakukan magang di Kejurprov,” katanya.

Salah satu peserta dari DKI Jakarta, Hendra Railis mengaku senang bisa mengikuti pelatihan TD. “Hanya di Jatim lah yang pernah melaksanakan program ini dan alhamdulillah pesertanya juga cukup banyak, 24 peserta dari beberapa daerah mulai dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Terus terang saat ini kita sangat kekurangan TD nasional maupun daerah,” katanya.

Sekum Gabsi Jatim Raf Radiant Agung mengatakan untuk kegiatan Pelatihan TD sudah mendapat persetujuan dari PB Gabsi. “Jadi mereka yang lulus dan memegang sertfikasi nasional menjadi wasit tingkat nasional,” katanya.

Sedangkan untuk ToT pelatih bertujuan agar jumlah pelatih bridge di Jatim lebih banyak, sehingga jika ada event seperti Kejurprov, Porprov maupun event lainnya lebih kompetitif.

“Selain membina atlet, ToT Pelatih juga menambah pengetahuan para pelatih memahami aturan pertandingan. Untuk kegiatan ToT Pelatih diikuti 20 peserta,” katanya.

Sementara itu data sementara, sekitar 350 atlet Bridge dari 20 kabupaten/kota akan turun di Kejurprov Jatim 2025. “Pada Kejurprov akan dibagi kelompok (ku) umur yakni,KU12, KU15, KU18, KU23, KU26 dan open,” terangnya. (tom)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *