Sosok Yusuf Santriyono, Peraih Penghargaan Pembina Olahraga Berprestasi Haornas 2026

Empat Dekade Mengabdi di Dunia Catur

Olahraga92 Dilihat

SURABAYA — Empat dekade bukan waktu singkat untuk mengabdikan diri di dunia olahraga. Perjalanan panjang Yusuf Santriyono dalam membangun olahraga catur Jawa Timur akhirnya mendapat apresiasi pada puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026.

Wakil Ketua Pengprov Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jawa Timur tersebut menerima penghargaan sebagai Pembina Olahraga Berprestasi Jawa Timur dalam acara puncak Haornas yang berlangsung di Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Minggu (20/9/2026).

Bagi Yusuf, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan pribadi, melainkan amanah untuk melanjutkan perjuangan dalam mencetak atlet-atlet catur berprestasi.

“Yang pertama kami sampaikan terima kasih kepada Dispora Provinsi Jawa Timur beserta tim juri, termasuk para wartawan yang sudah memberikan support kepada kami,” ujar Yusuf.

Menurutnya, seluruh aktivitas pembinaan yang dilakukan selama ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat olahraga.

“Apa yang kami berikan selama ini akan kembali lagi kami berikan kepada masyarakat olahraga di Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya,” katanya.

Dari 1985 hingga Panggung Nasional

Kiprah Yusuf di dunia olahraga dimulai sejak 1985. Dua tahun kemudian, tepatnya 1989, ia mulai fokus mengembangkan olahraga catur.

Perjalanan panjang itu semakin lengkap ketika Yusuf dipercaya menjadi wasit nasional pada 2000. Sebelas tahun berselang, ia memperoleh lisensi wasit internasional.

Tidak hanya berkecimpung dalam pertandingan, Yusuf juga aktif membangun organisasi. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Pengkab Percasi Sidoarjo, Wakil Ketua Umum Pengprov Percasi Jatim, hingga Ketua Bidang Hubungan Daerah PB Percasi.

Dengan pengalaman tersebut, Yusuf menjadi salah satu figur yang ikut mengawal perkembangan catur Jawa Timur dari level daerah hingga nasional.

Saat ini, Percasi Jawa Timur memiliki 38 Pengkab/Pengkot yang seluruhnya masih aktif menjalankan program pembinaan.

“38 Pengkab Pengkot full semuanya dan alhamdulillah semuanya aktif, tidak ada yang tidak aktif,” jelasnya.

Jatim Empat Kali Juara Umum Nasional

Menurut Yusuf, kerja keras pembinaan catur Jawa Timur mulai menunjukkan hasil. Salah satu capaian terbesar adalah keberhasilan Jatim menjadi juara umum nasional kelompok junior sebanyak empat kali berturut-turut.

Meski pada kejuaraan terakhir di Mamuju, Sulawesi Barat, Jatim harus puas sebagai runner-up, Yusuf memastikan target untuk kembali ke puncak tetap menjadi motivasi.

“Insyaallah tahun 2026 ini akan kita rebut kembali dari DKI Jakarta,” tegasnya.

Selain prestasi nasional, atlet Jawa Timur juga terus mendapat kepercayaan di level internasional. Salah satunya Nayaka Budi Dharma yang saat ini memperkuat Indonesia pada Olimpiade Catur di Samarkand, Uzbekistan.

Tantangan Klasik: Anggaran Pembinaan

Di balik prestasi yang diraih, Yusuf mengakui pembinaan olahraga masih menghadapi persoalan klasik, yakni keterbatasan anggaran.

“Kendala yang utama klasik, yaitu anggaran. Tetapi hal ini tentunya tidak menjadikan kita patah semangat,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat para pembina dan pengurus olahraga harus memiliki komitmen lebih, bahkan terkadang menggunakan sumber daya pribadi untuk mendukung program pembinaan.

Ia menilai menjadi pengurus cabang olahraga membutuhkan kesiapan besar, bukan hanya dari sisi waktu dan tenaga, tetapi juga dukungan finansial.

“Kalau seseorang ingin menjadi ketua cabor, baik di provinsi ataupun di kabupaten, harus punya duit. Kalau tidak punya duit, mohon maaf jangan mencalonkan menjadi ketua cabor,” ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Yusuf tetap menikmati perjalanan panjangnya di dunia olahraga. Bertemu atlet, wali atlet, wartawan, dan para pemangku kepentingan olahraga menjadi energi tersendiri baginya.

“Alhamdulillah kita bisa berkumpul dengan teman-teman, bisa bersilaturahim dengan para atlet, wali atlet, para wartawan, kemudian para stakeholder yang ada di Jawa Timur ataupun nasional. Ini sukanya,” tuturnya.

Penghargaan Haornas 2026 pun menjadi penanda perjalanan panjang Yusuf Satriyono. Sebuah apresiasi atas dedikasi empat dekade yang belum berakhir, karena baginya pembinaan olahraga adalah proses panjang untuk melahirkan generasi juara. Tom

BIO DATA :

Yusuf Santriyono , S.Pd. FA. PN.

1 Ketua Umum Pengkab.Percasi Sidoarjo

2.Wakil Ketua I  Pengprov.Percasi Jawa Timur

3.Ketua Bidang Hubungan Daerah
PB.PERCASI

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *