Sosok Achmad Harris, Lulusan Terbaik PPPJ yang Kini Tangani Kasus Besar

Berita, Hukum268 Dilihat

Surabaya – Sosok Achmad Harris Affandi, S.H., M.Kn., M.H. menjadi salah satu representasi jaksa muda yang menonjol di lingkungan Korps Adhyaksa. Pria kelahiran Sidoarjo, ini dikenal memiliki kombinasi kuat antara latar belakang akademik dan pengalaman lapangan dalam penegakan hukum, khususnya di bidang tindak pidana khusus.

Harris, yang merupakan anak bungsu dari dua bersaudara, saat ini juga telah berkeluarga dan memiliki satu orang anak.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Setelah meraih gelar sarjana, ia melanjutkan studi Magister Kenotariatan di Universitas Airlangga sembari bekerja sebagai staf legal di perusahaan swasta di Surabaya.

Kariernya sebagai aparatur penegak hukum dimulai saat ia diterima sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kejaksaan Negeri Muna, Sulawesi Tenggara.

Penugasan di wilayah tersebut menjadi pengalaman awal yang membentuk karakter dan pemahaman Harris terhadap dinamika hukum di daerah, termasuk pendekatan terhadap masyarakat dan kearifan lokal.

Pada tahun 2023, Harris mencatatkan prestasi menonjol saat mengikuti Pendidikan Pembentukan Jaksa (PPPJ) di Jakarta. Dari sekitar 400 peserta, ia berhasil meraih penghargaan Adhi Adhyaksa ke-2 sebagai lulusan terbaik kedua, sekaligus memperoleh nilai akademik tertinggi.

Usai menyelesaikan pendidikan, Harris kembali ke Jawa Timur dan bertugas sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Surabaya. Ia ditempatkan di bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), yang menangani perkara-perkara korupsi dan kejahatan ekonomi.

Selama bertugas, ia terlibat dalam sejumlah penanganan kasus besar, di antaranya perkara dugaan korupsi perparkiran di PD Pasar Surya,

penyimpangan pengadaan ikan di Perikanan Indonesia dan Perikanan Nusantara, kasus kredit fiktif di bank BUMD dan BUMN, perkara cukai dan kepabeanan, hingga kasus pengerukan kolam yang melibatkan PT Pelindo Regional III.

Kinerja tim Pidsus Kejari Tanjung Perak dalam menangani berbagai perkara tersebut turut mengantarkan institusi itu meraih penghargaan sebagai Kejaksaan Negeri Tipe B Terbaik dalam penanganan tindak pidana korupsi secara berturut-turut.

Atas kinerjanya, Harris kemudian mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Sub Seksi Penyidikan dan Pengendalian Operasi Pidsus di Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan.

Ia menegaskan bahwa jabatan baru tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Promosi jabatan ini bukan sekadar nama, melainkan amanah yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan tanggung jawab dengan integritas,” ujarnya.

Dengan penugasan barunya, kehadiran Harris diharapkan mampu memperkuat upaya penegakan hukum serta pemberantasan korupsi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Tio

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *