Saluran Baru Parang Kusumo Dipertanyakan, Risiko Luapan Air Masih Mengintai

Kabid Drainase DSDABM Surabaya, Windo Gusman Prasetyo Diduga Lepas Tangan

Berita249 Dilihat

Surabaya – Pekerjaan saluran permanen berbahan beton precast U-Gutter ukuran 100/120 dengan cover beban 10 ton di Jalan Parang Kusumo, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Surabaya, menuai sorotan. Proyek di bawah Satuan Kerja (Satker) Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemkot Surabaya itu diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan gambar rencana, spesifikasi teknis, serta langkah kerja yang tertuang dalam Bill of Quantity (BoQ) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Rabu (7/1/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan pelaksanaan pekerjaan terkesan mengutamakan penyelesaian fisik tanpa memperhatikan detail teknis. Sejumlah dugaan ketidaksesuaian ditemukan, namun pekerjaan telah dinyatakan selesai, diserahterimakan, dan dibayarkan.

Saluran beton precast tersebut dibangun untuk menggantikan saluran lama yang dinilai sudah tidak mampu menampung debit air pada musim hujan. Namun, hasil pekerjaan baru dinilai sebagian pihak berpotensi belum optimal. Ketidaksesuaian elevasi, kemiringan, dan teknik drainase dengan gambar rencana dikhawatirkan masih dapat memicu luapan air saat debit puncak.

Di lokasi pekerjaan, pemasangan box culvert 100/120 dilakukan pada lubang galian yang masih tergenang air tanah. Tidak terlihat adanya pemompaan untuk mengeringkan dasar galian sebelum pemasangan sehingga dudukan box U-Gutter terpasang dalam kondisi basah. Hal ini dikhawatirkan mempengaruhi kerapatan, kemiringan, dan elevasi pasangan box.

Selain itu, item pekerjaan lantai kerja berupa rabatan beton trasram kedap air yang seharusnya menjadi dasar pemasangan box culvert juga tidak tampak dikerjakan. Padahal, item tersebut tercantum dalam gambar detail perencanaan sebagai elemen penting untuk menjaga kestabilan, arah aliran, dan usia teknis saluran.

Pada sisi luar saluran, urugan kembali dilaporkan hanya menggunakan tanah bekas galian berupa tanah berlumpur tanpa pemadatan material sirtu. Kondisi ini dikhawatirkan memicu amblesan di tepi saluran, terlebih jika di atasnya akan dilakukan pekerjaan perkerasan jalan.

Pemasangan box culvert juga mengikuti kontur jalan yang berbelok sehingga sambungan antarboks tampak tidak lurus dan menyisakan celah. Sambungan tersebut diduga ditutup dengan pengecoran manual, bukan sambungan pabrikan, yang memiliki mutu beton berbeda. Perbedaan ini dinilai berpotensi mempercepat kerusakan serta menimbulkan rembesan air ke permukaan jalan.

Proyek ini dikerjakan oleh Deny dari CV Marga Perkasa sebagai kontraktor pelaksana. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Konsultan pengawas dari CV Karya Sejahtera Abadi juga belum merespons upaya konfirmasi.

Sementara itu, Kabid Drainase DSDABM Surabaya, Windo Gusman Prasetyo, dinilai sebagian pihak kurang responsif terhadap persoalan tersebut. Proyek ini sendiri dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 lalu.

Dengan berbagai temuan di lapangan tersebut, muncul dugaan bahwa sejumlah item pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis namun tetap masuk dalam pembayaran. Jika mengacu pada RAB, volume pekerjaan, jenis item, serta mutu material telah ditentukan secara rinci.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemkot Surabaya belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek di lapangan.

Proyek saluran permanen beton precast U-Gutter dengan kapasitas beban 10 ton ini sejatinya dirancang untuk meningkatkan daya tampung air dan mencegah banjir di wilayah Parang Kusumo, Kemayoran, Kecamatan Krembangan. Namun apabila pelaksanaannya tidak sesuai rencana teknis dan hanya berorientasi pada penyelesaian administratif, fungsi saluran patut dipertanyakan dan potensi kerugian negara perlu ditelusuri lebih lanjut. Jer

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *