Resmi! Duel Persebaya Vs Arema Digelar di Bali, Hadiah Juara Presiden 2026 Melonjak Jadi Rp8 Miliar

Berita, Olahraga64 Dilihat
SURABAYA – Teka-teki lokasi babak semifinal dan final Piala Presiden 2026 akhirnya terjawab. Bali resmi ditunjuk sebagai tuan rumah fase penentuan juara turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia. Keputusan tersebut sekaligus membantah isu yang sempat beredar mengenai perubahan format kompetisi yang menghapus babak semifinal.

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, memastikan seluruh pertandingan semifinal, perebutan tempat ketiga, hingga final akan dipusatkan di Bali. Semifinal dijadwalkan berlangsung pada 4 Agustus, sedangkan laga perebutan peringkat ketiga dan final digelar pada 6 Agustus 2026.

Menurut Maruarar, keputusan itu diambil setelah berkomunikasi langsung dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang memberikan persetujuan penuh terhadap pemusatan laga di Pulau Dewata.

“Semifinal dan final sesuai arahan Ketua Umum PSSI tempatnya adalah di Bali,” ujar Maruarar dalam konferensi pers di Balai Kota Surabaya, Minggu (2/8/2026).

Penetapan Bali sebagai venue juga sekaligus mengakhiri polemik yang sempat muncul setelah beredarnya dokumen yang menyebut juara grup akan langsung tampil di final, sementara runner-up hanya memainkan laga perebutan tempat ketiga. Informasi tersebut sempat memicu kebingungan di kalangan pecinta sepak bola nasional.

Dengan keputusan resmi panitia, format Piala Presiden 2026 dipastikan tidak berubah. Persib Bandung sebagai juara Grup A akan menghadapi Persija Jakarta, runner-up Grup B, dalam laga klasik bertajuk El Clasico Indonesia. Sementara Persebaya Surabaya akan bentrok dengan rival abadinya, Arema FC, dalam Derbi Jawa Timur yang diprediksi menjadi salah satu laga paling panas sepanjang turnamen.

Selain memastikan venue dan format, Maruarar juga membawa kabar menggembirakan bagi para peserta. Hadiah untuk tim juara resmi dinaikkan dari Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar. Ia menegaskan seluruh penyelenggaraan Piala Presiden 2026 dibiayai sepenuhnya oleh sponsor tanpa menggunakan dana APBN maupun APBD.

Meski lokasi pertandingan telah dipastikan, panitia masih mengkaji mekanisme kehadiran suporter. Langkah itu dilakukan demi menjaga keamanan mengingat empat semifinalis memiliki basis pendukung yang besar, fanatik, dan memiliki rivalitas tinggi. Keputusan mengenai distribusi tiket dan jumlah penonton akan diumumkan setelah melalui koordinasi dengan aparat keamanan dan seluruh pihak terkait. (tom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *