Renang Popda XV Jatim Membara, Kadispora Hadi Wawan Apresiasi Pembinaan Daerah

Berita, Olahraga347 Dilihat

Surabaya. Persaingan memperebutkan gelar juara umum cabang olahraga renang pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur 2026 semakin ketat memasuki hari kedua, Sabtu (31/10). Ketatnya persaingan antarkontingen ini menjadi indikasi positif berkembangnya pembinaan atlet renang pelajar di berbagai daerah.

Dalam perlombaan yang berlangsung di Kolam Renang Dispora Jatim tersebut, Kabupaten Bangkalan masih memimpin klasemen sementara dengan raihan enam medali emas dan tiga perunggu. Kota Mojokerto membayangi di posisi kedua dengan koleksi lima medali emas.

Sementara itu, Kabupaten Gresik menempati peringkat ketiga dengan perolehan tiga emas, lima perak, dan enam perunggu. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Sidoarjo yang mengumpulkan dua emas, sembilan perak, dan empat perunggu.

Persaingan memperebutkan gelar juara umum renang Popda XV Jatim 2026 akan mencapai puncaknya pada Minggu (1/11), yang menjadi hari terakhir pelaksanaan pertandingan cabang olahraga tersebut.

Melihat ketatnya persaingan di kolam renang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jatim, M. Hadi Wawan Guntoro, mengapresiasi perkembangan pembinaan olahraga renang, khususnya di kalangan atlet pelajar.

Menurutnya, persaingan antardaerah yang berlangsung ketat menunjukkan bahwa pembinaan atlet usia dini mulai memberikan hasil positif. Antusiasme kabupaten dan kota dalam mengirimkan atlet terbaiknya juga menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi olahraga Jawa Timur.

“Kami melihat beberapa daerah mendominasi sejak hari pertama hingga kedua, seperti Bangkalan. Ini menunjukkan pembinaan atlet usia dini dan dukungan daerah mulai membuahkan hasil,” ujar Wawan, Sabtu (31/10).

Ia menegaskan, Popda XV Jatim tidak sekadar menjadi ajang kompetisi maupun seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Lebih dari itu, kejuaraan ini diproyeksikan sebagai bagian dari upaya membangun sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Untuk memperluas kesempatan atlet pelajar mengembangkan potensinya, Dispora Jatim juga menambah jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan dibandingkan edisi sebelumnya.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Timur yang menekankan pentingnya memperkuat basis pembinaan atlet sejak usia dini. Implementasinya dilakukan melalui penyediaan kompetisi berjenjang, mulai dari kejuaraan tunggal atau single event, seperti Kejuaraan Piala Gubernur, hingga ajang multievent tingkat daerah.

“Pelajar adalah investasi masa depan Jawa Timur. Kami mendorong seluruh Dispora kabupaten/kota, Pengcab, Pengprov cabor, hingga KONI untuk duduk bersama memetakan potensi keunggulan olahraga di daerah masing-masing demi menyusun peta jalan pembinaan jangka panjang,” katanya.

Melalui Popda XV Jatim 2026, diharapkan semakin banyak atlet pelajar potensial yang muncul dari berbagai daerah. Pembinaan yang terarah dan kompetisi berjenjang diharapkan menjadi fondasi untuk melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. TOM

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *